PENYEMBUHAN PENYAKIT SCABIES PADA KUCING

PENYEMBUHAN PENYAKIT SCABIES PADA KUCING

Memutuskan untuk memelihara hewan berarti kita sudah secara sadar untuk menjaga dan merawatnya dengan baik. Menjaga kesehatannya agar tidak terkena penyakit itu yang paling utama dan kadang sulit karena kita juga punya kegiatan lain yang tidak sedikit. Salah satu kesehatan kucing yang perlu kita perhatikan adalah ada tidaknya scabies pada kucing.

Mengapa?

Karena penyakit scabies pada kucing menyerang kulit dan kucing sendiri sebagian besar organnya adalah kulit yang berfungsi sebagai pembatas tubuh dengan dunia luar. Dapat menjadi sangat berbahaya jika terlambat melakukan penanganan.

Biar lebih paham, yuk kenali dulu penyakit ini dan cara mengobatinya.

Scabies pada kucing

Scabies itu apa dan bagaimana gejalanya?

Scabies adalah suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Tungau akan berada di kulit kucing dan berkembang biak dengan cepat. Pada beberapa kasus, kucing yang terkena penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang ekstrim, sehingga sering terabaikan.

Sebagai pemilik, maka kita dituntut untuk selalu memberi perhatian terhadap hewan peliharaan. Perhatikan perubahan perilaku, seperti suka menggaruk karena tungau membawa rasa gatal. Bagian tubuh yang suka digaruk juga jangan lupa untuk diamati. Dikarenakan jika sudah terkena scabies pada kucing akan timbul bintik-bintik merah kecil dan pada akhirnya kulit kucing akan mengeras, menebal dan berkerut sehingga membentuk seperti kerak.

Biasanya yang terkena dampak adalah bagian muka dan telinga. Jika terlalu lambat melakukan penanganan, area gatal yang hanya terdapat di tempat tertentu pada tubuh kucing akan menyebar ke seluruh tubuh.

Apakah scabies Pada Kucing bisa menular ke manusia?

Iya, bisa. Tapi tidak berbahaya karena adanya perbedaan kondisi tubuh sehingga tungau tidak dapat melakukan siklus hidupnya. Berdasarkan pengalaman, biasanya yang terkena dampaknya itu bagian tangan menjadi gatal dan merah. Bisa disembuhkan dengan salep, aku pribadi menggunakan salep scabex. Buat kamu yang suka tidur dengan kucing, lebih baik untuk sementara tidak melakukan itu meskipun ada manfaat yang didapat jika tidur dengan kucing.

Karena manusia saja bisa tertular, jika sudah terjadi scabies pada kucing peliharaan maka kucing tersebut harus diisolasi dan dijaukan sementara dengan kucing yang sehat. Pembersihan ruangan juga harus dilakukan, lebih baik jika menggunakan antiseptic. Selain ruangan, benda-benda yang biasanya digunakan kucing juga harus dibersihkan atau diganti.

Bagaimana cara pengobatan penyakit scabies?

  • Shampoo khusus tungau

I WILL TELL YOU A STORY!

Fajar punya banyak sekali kucing di rumah, maka dari itu agak sulit untuk tetap menjaga lingkungan tetap bersih. Pada akhirnya ada 1 kucing yang terkena gejala scabies berupa gatal dan di kulit ada timbul bintik-bintik merah kecil. Dibiarkan namun ternyata bertambah parah, yang dilakukan Fajar saat itu adalah membeli shampoo yang mengandung bahan sulfur atau sebasol. Kedua bahan ini berfungsi untuk mengurangi scabies pada kucing.

Mandikan kucing menggunakan air hangat lalu berikan shampoo dan diamkan selama 10-15 menit. Cara ini dilakukan seminggu 2-3 kali. Saat hanya menggunakan cara ini dirasa kurang efektif karena penyembuhannya yang cukup lama. Jika ada yang tertarik untuk mencoba cara ini mudah kok karena shampoo dapat ditemukan di petshop terdekat.

  • Salep scabies dan skin tonic hair

Salep ini memang dikhususkan untuk penyakit scabies yang terinfeksi oleh tungau Sarcoptes scabiei. Komposisi yang terkandung pada salep ini adalah trichlorfon dan tea tree oil. Pemakaiannya mudah dan cukup hanya sekali sehari. Biasanya pengunaan obat jenis salep ini akan berdampak pada kesembuhan kucing selama kurang lebih dua minggu. Ketika dipakaikan salep ini nanti bagian kerak akan berjatuhan sehingga kulit kucing menjadi lembut kembali. Terkadang juga digunakan skin tonic hair untuk mengurangi rasa gatal pada kucing.

Kedua cara yang telah disebutkan berhasil menghilangkan scabies, memang tidak instan, harus sabar serta rutin memandikan dan mengoleskan salep. Senang karena kucing sudah tidak menderita karena gatel.

Sampai pada suatu ketika, penyakit scabies ini muncul pada kucing lainnya yang disebabkan karena tertular dari kucing lain dan lingkungan yang kurang higienis. Nama kucing ini Oscar, dia adalah kucing Persia dengan bulu yang panjang dan lebat. Usia Oscar yang sudah tua untuk ukuran kucing membuat sistem imun tubuhnya rentan terkena penyakit. Mengetahui Oscar terkena scabies maka hal pertama yang dilakukan adalah:

  • Grooming

Pastikan tempat tersebut bersih ya! Untuk kucing dengan bulu yang lebat maka akan dipotong untuk mempermudah untuk mengidentifikasi penyebab dan sudah separah apa scabiesnya. Apakah sudah sampai ke seluruh tubuh?

Penggunaan shampoo, salep dan skin tonic hair tetap diberikan.

Ternyata, kondisinya tidak juga membaik namun makin parah karena keadaannya yang sudah sangat lemas. Akhirnya, setelah dibawa ke dokter dan dilakukan rontgen ternyata Oscar tidak dapat tertolong juga.

Apabila kucing kamu menunjukkan gejala-gejala scabies dan sudah melakukan cara-cara di atas tetapi belum sembuh juga segeralah ke dokter untuk mengetahui secara pasti. Semakin lama untuk menindaklanjuti penyakitnya infeksi semakin tersebar pada kucing. Scabies yang sudah menginfeksi lebih dari 40% area tubuh kucing berpotensi mengalami infeksi sekunder yang dapat berujung kepada kematian.

  • Suntik scabies pada Kucing

Dokter hewan akan memberikan obat sesuai dengan tipe infeksi dan kondisi kucing. Salah satu bentuk pengobatan adalah dengan memberikan suntik scabies. Penggunaan suntik scabies ini mungkin bisa menjadi pilihan karena lebih mudah dilakukan apalagi jika punya peliharaan dan yang terkena penyakit scabies tidak hanya 1 kucing.

Harga untuk sekali suntik scabies kucing berkisar antara Rp 50.000,- hingga 100.000,- untuk yang standar. Ini hanya perkiraan karena ada banyak factor yang dapat membuat harga berbeda, seperti tingkat penyakit yang di derita, jenis suntik yang digunakan, wilayah dsb.

Ada beberapa jenis suntikan yang dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit scabies pada kucing.

Fluralaner dan SaronalerMerupakan jenis pengobatan terbaru yang bertujuan untuk membunuh kutu dan dapat digunakan untuk melawan tungau Notoedres cati. Tapi dikarenakan jenis Notoedres cati tersebut sangat langka maka belum banyak atau bahkan belum ada perusahaan yang sudah mendapat persetujuan resmi untuk menggunakannya. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan persetujuan FDA dibutuhkan biaya yang mahal.

MoxidectinMoxidectin dapat digunakan secara berkala atas saran dokter dengan tujuan untuk mencegah timbulnya penyakit. Moxidectin berfungsi untuk melawan kutu, tungau telinga, cacing gelang dan cacing tambang.

Ivermectin – Ivermectin merupakan suntik scabies pertama dan hingga saat ini masih digunakan. Pengobatan ini biasanya dilakukan setiap minggu atau 2 minggu sekali dalam sebulan. Hal ini harus berdasarkan kondisi kucing yang telah dilakukan analisa terlebih dahulu oleh dokter. Proses pemulihan menggunakan pengobatan ini cukup cepat.

Tips untuk Mencegah Scabies Pada Kucing

Diet sehat

Mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak protein dengan sedikit lemak dan mengurangi asupan karbohidrat untuk mempermudah proses pencernaan. Dengan begitu maka kucing  memiliki energi lebih untuk melawan tungau dan terhindar dari penyakit scabies.

Suplemen penambah kekebalan

Memberikan antioksidan sehingga meningkatkan daya tahan tubuh luar dan dalam.

Bersih lingkungan dan tubuh kucing

Untuk lingkungan tempat kucing sering beraktivitas akan lebih baik terkadang dibersihkan dengan cairan antiseptik. Pastikan juga kucing setelah kucing dimandikan, bulu kucing kering dengan baik. Jangan lupa untuk membesihkan telinga kucing secara rutin agar terhindar dari kutu.

Leave a Reply