6 MITOS KUCING YANG SERING DIPERCAYA

6 MITOS KUCING YANG SERING DIPERCAYA

Sering gak sih mendengar banyak sekali mitos kucing di luaran sana? Dari yang mikir apa itu benar ya sampai ke hal yang dirasa sangat tidak masuk akal pun ada. Nah, artikel kali ini akan membahas beberapa mitos kucing yang beredar.

Tidak menjamin semua tentang mitos kucing akan terjawab dengan alasan yang ilmiah. But, let’s have fun!

  1. Mitos Kucing Memiliki 9 Nyawa

mitos kucing

Merupakan mitos kucing yang paling popules. Faktanya, kucing hanya memiliki 1 nyawa saja. Tidak ada bukti ilmiah bahwa kucing memiliki 9 nyawa. Terbentuknya pernyataan seperti ini karena legenda atau cerita belaka di beberapa negara.

Bahkan, tidak di semua negara menyebutkan mitos kucing memiliki 9 nyawa. Mesir kuno, Tiongkok, Yunani dan Indonesia adalah beberapa negara yang memiliki persamaan mitos kucing tentang nyawa. Pada Mesir Kuno bahkan didukung karena angka 9 adalah angka keburuntungan. Di Spanyol, diyakini kucing memiliki 7 nyawa sedangkan Turki meyakini kucing memiliki 6 nyawa.

Adanya anggapan kucing memiliki 9 nyawa tidak terlepas karena mereka adalah hewan cerdas, memiliki intuisi yang kuat dan keseimbangan tubuh yang baik. Kedua hal ini menjadikan kucing mereka tidak mudah terluka bahkan jika terjatuh dari tempat tinggi.

Keseimbangan tubuh yang dimiliki kucing membuat posisi tubuh yang baik saat terjatuh. Hal ini tentu untuk mengurangi terjadinya cedera. Bahkan, dengan anugerah intuisi kuat yang dimilikinya membuat mereka mengetahui kapan ada bahaya atau berada di situasi tidak baik sehingga bisa menghindari hal tersebut.

Selain itu, kucing juga memiliki struktur anatomi tubuh yang kuat, seperti:

  • Memiliki permukaan badan yang besar dibanding berat badannya. Apabila terjatuh tidak mengakibatkan tubuh kucing sakit.
  • Memiliki kelenturan tulang dan ligament yang membuat mereka akan terhindar dari cedera yang ditimbulkan karena kecelakaan.
  • Mampu hidup di atas pohon sehingga membuat kucing lebih bisa bertahan hidup, baik dari serangan atau saat mereka terjatuh.

PENTING!

Jangan setelah membaca info ini lalu mencoba eksperimen melemparkan kucing dari lantai tinggi suatu gedung. Ingat, kucing juga makhluk hidup dengan 1 nyawa!

  1. Mitos Kucing Minum Susu Sapi

mitos kucing

Adanya mitos kucing ini sepertinya karena banyak adegan kucing minum susu di film kartun. Kucing memang minum susu, tetapi itupun saat mereka masih kecil dan berasal dari induknya. Saat masih kecil inilah kucing memiliki enzim laktase.

Namun, enzim ini akan menghilang seiiring bertambahnya usia kucing. Sedangkan, susu sapi memiliki laktosa sehingga kucing akan kesulitan dalam mencernanya.

Akibatnya, akan terjadi proses pengendapan susu di dalam pencernaan kucing dan difermentasi oleh bakteri usus kucing. Hal inilah yang membuat kucing pada akhirnya menjadi terkena diare. Selain itu, kandungan lemak dan kalori tinggi pada susu sapi akan memungkinkan kucing mengidap obesitas.

Akan lebih baik jika kucing diberikan air putih yang higienis saja cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan kucing. Jika memang dibutuhkan susu untuk anak kucing, maka gunakanlah susu formula untuk kucing yang mudah didapatkan di toko hewan ataupun e-commerce dan ikuti anjuran pemakaiannya.

 

  1. Kumis Kucing untuk Keseimbangan

Fungsi utamanya, kumis kucing digunakan sebagai reseptor dan perlindungan. Jadi, dari pernyataan ini saja sudah menunjukkan bahwa ini adalah mitos kucing.

Kumis kucing berada di dekat mulut dan hidung serta terbentuk dari bahan keratin. Keratin ini adalah bahan yang sama dalam pembentukan tanduk binatang lain. Mengenai letak dari kumis kucing, tidak hanya di sekitaran wajah kucing, tapi beberapa kucing juga memeliki kumis di bagian kening.

Fungsi kumis kucing:

  • Sebagai Reseptor Sentuhan

Kumis kucing terhubung dengan sistem otot dan saraf sensorik kucing untuk memberikan informasi. Hal ini membuat kucing akan peka terhadap suatu lingkungan, bahkan jika terdapat perbedaan.

Maka, jika kamu membaca mengenai kucing ras, seperti kucing Persia, mereka sulit untuk beradaptasi pada lingkungan baru. Informasi ini didapatkan karena peran dari kumis kucing.

Membantu kucing dalam berjalan di sekitar lingkungan serta menunjukkan apakah situasi aman atau tidak. Dari hal ini maka fungsi kumis kucing sebagai pelindung mereka dari benda atau hal berbahaya. Bahkan saat malam hari, penunjuk jalan ketika tidak ada cahaya untuk berjalan. Selain itu,

  • Sebagai Reseptor Getaran yang digunakan dalam mengejar mangsa
  • Sebagai pengukur jarak yang membuat kucing dapat melompat dengan cepat atau keluar dari jalan yang berbahaya. Ini berarti kucing terlindungi karena kumisnya.
  • Sebagai penunjuk suatu emosi

Sebagai contoh, jika kucing merasa takut maka kumis kucing akan berada lebih ke posisi belakang, kaku dan dengan ekspresi muka yang tegang. Sebaliknya, jika kucing senang maka kumis akan maju ke depan.

Apa yang terjadi jika dipotong?

Jelas tidak!

Kumis kucing memang akan tumbuh, meskipun membutuhkan waktu yang lama. Namun, ketiadaan kumis ini akan membuat kucing bingung dan takut. Hal ini dikarenakan kucing tidak mendapatkan informasi mengenai lingkungan sekitarnya.

Kerjakanlah hal lain yang lebih penting dilakukan, seperti mandikan dan bersihkan area tubuh kucing lainnya.

Jika kumis kucing berperan penting untuk kucing dalam keselamatannya, bagaimana dengan kucing Sphynx yang tidak memiliki kumis?

Buat yang bisa menjelaskan, bisa tulis di kolom komentar ya.

  1. Kucing Hitam Membawa Ketidakberuntungan

umur kucing

Pernah dengar mitos kucing ini?

Tidak tahu apakah anggapan ini masih ada yang mempercainya atau tidak. Tapi, sekitar tahun 2000-an awal, di tempatku dan beberapa keluarga mempercayai hal ini. Kucing hitam dibawa sebagai ketidakberuntungan karena warnanya identik dengan “Ghost” ataupun “penyihir”. Terkesan konyol? Ya.

Namun, di beberapa negara, seperti Jepang dan Perancis justru mempercayai bahwa kucing hitam akan membawa keberuntungan. Masyarakat Eropa Timur juga memiliki keyakinan jika kita baik terhadap kucing hitam, maka dapat membuat cuaca menjadi baik dan perjalanan aman selama di laut.

  1. Mitos Kucing Takut Air

mitos kucing

Ada benarnya. Tapi, tidak semua. Jadi, ini bisa disebut sebagai mitos kucing. Kucing domestik memang umumnya tidak menyukai air, tapi ada juga kucing yang tidak takut air.

Kucing domestik atau liar yang takut air dikarenakan dari kebiasaan mereka yang harus waspada adanya kehadiran predator di dalam air. Bisa juga karena trauma terjatuh di dalam air tanpa sengaja dan menjadikan kucing takut air. Namun, jika dari kecil kucing sudah dipelihara di dalam rumah, bisa kamu latih agar tidak takut dengan air.

Kucing ras yang menyukai air adalah kucing Savannah dan Maine Coon. Hal ini tidak semua kucing menyukainya. Kucing Maine Cooon menyukai air karena didukung dengan bulu yang tebal dan tahan lembab.

  1. Kucing Murung Saat Dilarang Keluar

Mitos kucing ini memang tidak terkenal layaknya kucing memiliki 9 nyawa. Tapi, beberapa orang masih meyakini hal ini. Contoh nyata adalah orang terdekat dari penulis Jurnal Kucing.

Mitos kucing ini terbentuk karena adanya anggapan bahwa hanya akan membuat kucing bosan dan sedih karena tidak boleh keluar rumah. Anggapan lainnya karena kucing akan menghirup udara segar di luar dan dapat melatih insting berburu dengan memangsa binatang lain, seperti tikus.

Berdasarkan ahli perilaku kucing Jane Ehrlich, kucing lebih baik di dalam rumah. Kucing tetap akan merasa senang dan sehat. Hal ini tentu diimbangi dengan lingkungan yang bersih, makanan dengan nutrisi baik dan mainan di dalam rumah. Teori ini didukung juga oleh seorang ahli perilaku kucing yang terkenal, Peter Neville

Jika alasan lainnya untuk tetap membiarkan kucing di luar karena mereka memiliki insting memburu yang tidak bisa dilakukan di dalam rumah, ini keliru. Sekarang ini ada banyak sekali jenis mainan kucing yang memiliki manfaatnya masing-masing, termasuk untuk mengasah insting berburu kucing. Kamu bisa mengetahui jenis mainan kucing disini.

Kucing tidak dapat ditinggal sendirian dalam waktu lama, maka dengan mereka di dalam rumah kamu atau anggota keluarga lain dapat menemaninya sesekali waktu. Tanpa harus khawatir kucing akan bertengkar dan melukai diri, terserang penyakit infeksi dari hewan lain, tertabrak atau bertemu dengan orang jahat.

Dengan menjaga kucing tetap di ruma dan diimbangi dengan fasilitas dan pelayanan baik untuk kucing, diharapkan kucing akan dapat hidup lebih lama.

Penutup

Dari ke 6 pembahasan mitos kucing, bagian mana yang sering kalian dengar dan masih mempercayai mitos kucing tersebut hingga hari ini?

Jika, ada perbedaan pendapat mengenai penjelasan mengenai mitos kucing, bisa berikan alasannya di kolom komentar ya.

Leave a Reply