MENGENAL DEKAT DENGAN KUCING ANGGORA

MENGENAL DEKAT DENGAN KUCING ANGGORA

Kucing Angora

Kucing Anggora tidak sering ditemui oleh kita yang tinggal di Indonesia karena yang sering dilihat adalah kucing lokal dan memiliki karakteristik berbeda. Adanya perbedaan dan jarang terlihat inilah yang membuat kucing ini terlihat “istimewa”. Maka dari itu, kucing Anggora adalah salah satu jenis kucing ras yang banyak dijadikan pilihan sebagai hewan peliharaan selain kucing persia. Bagaimana tidak, saat sekilas melihat kucing ini saja sudah membuat senang dan gemas ingin memeluknya. Ditambah lagi bulunya yang memikat, silky dan lembut menambah nilai plus untuk kucing Anggora.

Buat yang sudah berencana akan memelihara kucing Anggora, yuk kenal lebih dekat dengan mereka!

Kucing Anggora berasal dari Turki di suatu daerah yang bernama Anggora yang sekarang sudah berubah nama menjadi Ankara. Dikenal sejak tahun 1600 masehi. Kucing Anggora dianggap sebagai kucing pertama yang memiliki bulu panjang di Eropa sehingga dijadikan suvenir yang menarik bagi wisatawan.

Kucing ini termasuk langka karena berdasarkan info dari cattime.com, kucing Anggora dibawa oleh orang Skandinavia dari Turki. Maka dari itu, pemerintah Turki membatasi untuk menyebarluaskan jenis ras ini ke Negara lain. Mungkin ada di Indonesia yang pure Cuma lebih banyak yang campuran. Tapi, apapun itu mereka tetaplah indah dan harus dirawat sebaik mungkin.

  • Sifat Kucing Anggora

Kucing Anggora memiliki sifat yang sangat menyenangkan dan membuat pemilik akan merasa cepat kangen jika harus meninggalkan hewan indah ini dalam waktu yang lama. Kucing ini memiliki sifat yang cerdas, aktif, setia, penurut, atletis, lembut dan penuh kasih sayang. Sifat kucing Anggora yang aktif bahkan masih dibawa saat mereka sudah tumbuh dewasa. Kucing ini dikatakan atletis karena hampir dapat menjangkau tempat-tempat tinggi. Kucing Anggora tidak suka dikurung dalam suatu tempat jadi biarkan mereka bermain bebas di dalam rumah dan selalu mencari kamu untuk didekati dan diajak bermain.

Memutuskan merawat hewan ini berarti siap untuk memberikan cukup banyak waktu dan kesabaran yang tinggi karena mereka senang diperhatikan. Karena kecerdasan dan keaktifan yang dimiliki, kucing ini akan melakukan apapun untuk merebut perhatian anda agar ke mereka. Terkadang, hal ini dapat menyebabkan masalah. Kucing Anggora juga memiliki sifat mudah beradaptasi jadi mereka tidak terlalu bermasalah jika ada hewan lain di dalam rumah.

  • Ciri-Ciri Fisik Kucing Anggora

Bentuk wajah – Wajah kucing ini sedikit mirip dengan kucing local, yaitu memiliki bentuk wajah segitiga terbalik. Bagian kepala atas lebar dan mengerucut pada bagian bawah serta tidak terlalu ditutupi oleh bulu lebat dan terlalu panjang.

Telinga – Sama seperti wajah, telinga kucing Anggora juga sekilas mirip kucing lokal. Bentuknya yang kecil bagian atas dan melebar pada bagian bawah. Jarak kedua telinga saling berdekatan. serta tidak terlalu oleh bulu yang lebat dan terlalu panjang

Mata – Berbentuk seperti almond dan sedikit miring ke atas. Ada beberapa warna dari mata kucing ini, yaitu biru, hiijau dan amber (jingga). Beberapa kucing Anggora memiliki dua warna yang berbeda pada matanya, yang salah satunya biasanya memiliki warna biru.

Hidung – Bagian fisik dari kucing ini juga memiliki kemiripan dengan kucing lokal yang biasa kita temui di Indonesia, yaitu bentuk hidung terlihat mancung.

Bulu – Kucing Anggora berasal dari Eropa memiliki bulu yang dapat menyesuaikan dengan iklim. Bulu kucing akan panjang saat musim dingin dan akan lebih pendek saat musim panas. Pada kucing ini bulu yang lebat biasanya pada bagian surai (bulu tebal di sekitar leher) dan ekor.

Tubuh – Memiliki tubuh yang tidak begitu besar (medium-size cat), ramping, cukup panjang dan terlihat anggun. Keanggunan kucing ini juga karena didukung oleh ukuran kaki yang cukup panjang yang berkombinasi dengan badan yang medium-size serta ramping.

Kucing jantan memiliki tubuh yang lebih besar dibanding betina. Kucing ini dianggap beberapa orang memiliki badan yang mungi karena memiliki struktur tulang yang kecil dan lebar dada yang kecil.  Berat badan rata-rata kucing Anggora sekitar 2 kg hingga 4 kg.

Ekor – Berbentuk panjang dan memiliki banyak bulu yang tebal dan lebih banyak dibanding area tubuh lainnya. Bagian ini menjadi daya tarik tersendiri juga karena lucu seperti ekor musang.

Kucing Anggora
  • Kesehatan Kucing Anggora

Kucing ini (baik asli atau ras campuran) memiliki daya tahan tubuh yang lebih rentan dibanding kucing lokal. Biasanya jika kucing memiliki 1 atau 2 warna bola mata biru cenderung tuli pada 1 atau kedua telinganya. Selain itu ada beberapa masalah kesehatan yang dapat dialami.

Ataxia – Kelainan yang disebabkan adanya kelainan dari neuromuscular yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal ke serat otot sehingga menyebabkan kontraksi. Penyakit ini menyerang anak kucing usia 2 hingga 4 minggu. Dengan melakukan screening dan pemeriksaan yang baik dapat mengurangi terjadinya penyakit ini.

Kardiomiopati hipertrofik – adalah penyakit jantung yang biasanya menyerang kucing Anggora campuran.

Parasit pada bulu dan kulit – karena memiliki bulu yang panjang maka jika kebersihan lingkungan tidak dijaga maka menjadi tempat yang menyenangkan untuk parasit hidup. Dampaknya adalah bulu menjadi kusam, rontok atau bahkan dapat menyebabkan penyakit scabies.

Muntah – Penyakit yang banyak dialami oleh kucing yang memiliki bulu yang panjang dan tebal. Hal ini dapat dikarenakan oleh 2 hal, karena sering mandi sehinga banyak bulu yang tertelan. Penyebab lainnya dikarenakan virus atau adanya gangguan pencernaan

  • Cara Merawat

Memilih makanan yang tepat, pada usia 3-4 minggu disarankan untuk mengkonsumsi makanan basah sedangkan untuk yang dewasa dapat menggunakan makanan kering. Pilihlah makanan yang baik dengan mengandung sedikit garam dan mengandung protein, vitamin dan asam amino untuk menjaga kesehatan badan serta bulunya agar tidak mudah rontok. Lebih juga memberikan air yang matang untuk menghindari kontaminasi bakteri atau penyakit lain yang terkandung di dalamnya.

Grooming dapat dilakukan beberapa kali dalam sebulan, bisa juga dengan menyisirkan sendiri setiap minggu agar bulunya tidak kusut dan tetap halus.

Berikanlah vaksin agar daya tahan tubuhnya kuat mulai pada usia 8-10 minggu dan usia 12-14 minggu untuk mencegah infeksi virus dan jamur. Selanjutnya pada usia 16 minggu dapat diberikan vaksin untuk mencegah rabies. Selanjutnya, ikuti arahan dan saran dokter apakah kucing membutuhkan vaksin rutin setiap tahun atau tidak.

Selalu menggosok giginya sehingga terhindar dari penyakit periodontal, memotong kuku bahkan mengelap mata dari kotoran. Pada saat mengelap daerah mata disarankan untuk menggunakan lap yang berbeda agar tidak terjaid penularan infeksi. Selain itu, jangan lupa membersihkan kuping dan litter box agar tetap bersih. Pembersihan litter box sangat disarankan untuk dilakukan setiap hari.

Menjaga agar tetap di rumah untuk menghindari kucing Anggora diburu oleh hewan lain. Selain itu, keadaan lingkunan luar yang tidak diketahui kebersihannya dan banyaknya hewan lain maka meningkatkan terjadinya penularan penyakit.

Penutup

Semoga artikelnya membantu ya memahami dan bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan ketika mau memelihara kucing jenis ini. Buat yang sudah memelihara kucing Anggora sejak lama dan merasa sangat paham dengan hewan satu ini boleh banget memberikan info tambahan.

Mau bercerita juga tentang pertemuan atau perpisahan dengan kucing Anggora dan dipublikasi di Jurnal Kucing? Yuk kirim cerita kucing kesayanganmu ke email: [email protected]!

Karena setiap cerita kucing denganmu sangat berarti dan harus diabadikan.

Leave a Reply