MAKANAN KUCING: APA SAJA YANG TIDAK BOLEH DIMAKAN?

MAKANAN KUCING: APA SAJA YANG TIDAK BOLEH DIMAKAN?

Pernah saat makan lalu kucing mendekat? Ketika mendekat apakah kamu membagi makanan dengan kucing? Ketika membagi, pernahkah kamu berpikir kalau makanan yang kamu berikan bisa berdampak buruk bagi kucingmu? Kalau aku, dulu hanya sedikit tau mengenai jenis makanan yang boleh dikonsumsi atau tidak oleh mereka.

Apakah semua makanan manusia dapat menjadi makanan kucing? Untuk itu, yuk cari tahu jenis makanan kucing yang tidak boleh termakan oleh kucing dan apa dampaknya!

Coklat bukanlah makanan kucing untuk dikonsumsi! Sering mendengar perkataan itu? Ini adalah salah satu dari sekian banyak makanan manusia yang akan berakibat buruk bagi tubuh kucing.

Produk coklat beserta turunannya yang sudah mendapatkan peringatan untuk tidak menjadi makanan untuk kucing. Coklat bubuk, baking chocholate, dan coklat hitam merupakan 3 bahan tertinggi yang mengandung coklat. Bagi manusia, tingginya kadar coklat asli akan baik bagi kesehatan sedangkan ketika tidak sengaja tercampur atau mengenai makanan hewan akan mengakibatkan keracunan.

Mengapa coklat harus dihindari sebagai makanan kucing?

Pada coklat mengandung zat kafein dan theobromin yang tidak dibutuhkan pada makanan kucing. Theobromin tidak dapat dicerna pada tubuh kucing dan hanya akan menyebabkan penumpukan zat beracun. Kandungan kafein mirip eperti theobromin dan kucing jauh lebih sensitif terhadap bahan ini daripada manusia.

Dikarenakan ini bukan untuk makanan kucing, maka kedua kandungan pada coklat dapat menyebabkan kucing akan keracunan. Gejala keracunan yang ditimbulkan ketika kucing memakan coklat diantaranya:

  • Muntah
  • Diare
  • Gelisah
  • Tekanan darah rendah
  • Kejang
  • Jantung berdebar kencang

Jadi, lebih baik untuk menghindarkan segala jenis makanan kucing yang mengandung coklat. Apabila sudah termakan oleh kucing, amati gejala yang ditimbulkan dan segeralah ke dokter hewan. Apabila memungkinkan bawalah coklat yang tadi dimakan kucing agar bisa diteliti oleh dokter hewan.

Ketika coklat yang bukanlah makanan kucing tidak sengaja termakan dan hasil tes menunjukkan kucing akan memiliki risiko kesehatan, dokter hewan akmakanan melakukan beberapa tindakan.

  • Langkah awal, dokter hewan akan mencari cara agar kucing memuntahkan coklat untuk mencegah bahan kimi masuk ke dalam dan merusak organ kucing
  • Memberikan norit atau arang aktif untuk menyerap racun di lambung dan usus dan infus sehingga mereka akan mendapatkan cairan yang cukup atau tidak terdehidrasi
  • Diberikan infus untuk menjaga agar kucing tidak mengalami dehidrasi

Kopi, Teh dan Energy Drink

Ketiga minuman tersebut mengandung kafein, sama seperti kandungan pada coklat. Sudah dijelaskan mengapa kafein harus dihindari sebagai bahan yang terkandung dalam makanan kucing.

Dengan demikian untuk menjaga kucing tetap sehat dan dapat beraktivitas seperti biasa, maka jauhkanlah minuman ini.

Susu dan Dairy Product

Susu dan produk turunannya, seperti keju bukanlah makanan kucing. Sesekali dari kita pasti pernah lihat di film kartun ada kucing yang meminum susu.  Bisa jadi susu yang diberikan di film tersebut adalah susu khusus kucing bukan susu yang berasal dari sapi.

Susu sapi memiliki laktosa yang tidak dibutuhkan dalam makanan kucing. Kucing sendiripun memiliki intolerant terhadap laktosa karena tidak memiliki cukup enzim laktase. Ketika kucing meminum susu sapi dan produk turunannya yang mengandung laktosa tinggi maka kandungan tersebut tidak tercerna dengan baik. Dengan demikian, yang terjadi adalah proses pengendapan susu di dalam pencernaan kucing dan difermentasi oleh bakteri usus kucing. Hal inilah yang membuat kucing pada akhirnya menjadi terkena diare.

Lagipula, setelah kucing melewati masa menyusui saat kecil, tidak perlu harus diberikan susu kembali ketika mereka dewasa. Pemberian air putih yang higienis saja cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan kucing. Jika memang dibutuhkan susu, maka gunakanlah susu formula untuk kucing yang mudah didapatkan di toko hewan ataupun e-commerce dan ikuti anjuran pemakaiannya.

Bawang Bukan Makanan Kucing

Bawang merah, bawang putih, bawang bombai dan daun bawang bukanlah makanan kucing karena adanya kandungan sulfoksida dan disulfide. Kandungan paling banyak terdapat pada bawang merah. Sulfoksida dan disulfide adalah yang dapat memberikan aroma segar pada bawang dan dapat menjadi allergen.

Jangan memberikan bawang dalam jumlah besar ataupun konsentrat bawang (sup bawang atau bubuk bawang) kepada kucing. Kedua zat tersebut dapat mengakibatkan kucing keracunan dan membuat sel darah merah kucing bermasalah. Akibatnya, kucing akan mengalami anemia.

Apabila kucing telah menunjukkan gejala-gejala seperti lemas, tidak nafsu makan, perubahan warna gusi menjadi pucat dan adanya perubahan dari urin kucing (warna oren hingga merah gelap) maka segeralah dibawa ke dokter hewan.

Makanan Mentah

Makanan Kucing

Baik itu ikan, telur maupun daging yang akan diberikan pada kucing haruslah dalam keadaan matang. Bahan yang mentah ini rentan terkena kontaminasi bakteri Salmonella atau E. coli. Hal ini dapat menyebabkan kucing sakit, salah satunya penyakit cacingan. Gejala yang ditimbulkan bisa lesu, muntan bahkan diare. Selain itu, dampak lain dari makanan mentah dapat menyebabkan masalah kulit dan bulu kucing.

Mengurangi dampak sakit yang ditimbulkan pada kucing, maka berikanlah mereka makanan kucing yang baik. Jika ingin memberi makan daging, ikan atau telur maka harus dalam keadaan matang, bisa dengan direbus atau digoreng.

Alkohol

Adanya kandungan alkohol pada minuman ataupun makanan tidak baik bagi kucing walaupun sedikit saja. Hal ini dapat menyebabkan lemas, muntah, diare, tremor, kesulitan bernafas, koma bahkan kematian. Kucing juga tidak boleh memakan adonan mentah karena akan menyebabkan perut kucing kembung.

Anggur dan Kismis Bukan Makanan Kucing

Makanan Kucing

Kedua makanan ini bukanlah makanan kucing karena dapat mengakibatkan penyakit jika dikonsumsi. Belum diketahui memang kandungan apa yang dapat menyebabkan kucing tidak dapat memakan ini. Akan tetapi, berdasarkan Pusat Pengendalian Racun Hewan, ASPCA, kucing yang memakan anggu dan kismis dapat menyebabkan gagal ginjal.

Gejala yang akan timbul apabila kucing telah memakan 2 makanan ini dapat terlihat dalam waktu 12 jam, yaitu kucing akan muntah. Dalam waktu 24 jam gejala yang akan timbul pada kucing adalah mereka menjadi lesu, mengalami diare, menurunnya nafsu makan, dan berkurangnya buang air kecil.

Alpukat Bukan Makanan Kucing

makanan kucing

Pada alpukat mengandung persin yang membuat kucing keracunan jika dimakan dalam jumlah banyak. Bergantung juga pada jenis dari buah alpukat itu sendiri. Alpukat Guatemalan yang paling banyak mengandung kandungan persin.

Pada kucing dewasa dengan keadaan sehat tidak akan mendapatkan efek berat yang berujung pada kematian. Akan tetapi pasti ada dampak yang ditimbulkan, seperti muntah, diare dan perut menjadi sakit. Sedangkan pada kucing yang sudah tua dan anak kucing bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk, seperti kesulitan bernafas, demam yang tinggi dan detak jantung cepat maka segeralah temui dokter hewan.

Buat produk kucing, baik itu pada makanan atau shampoo yang mengandung alpukat pasti telah terjamin keamanannya. Produk tersebut mengandung ekstrak alpukat yang tidak mengandung persin.

Makanan Kucing

Penutup

Ternyata banyak makanan yang baik untuk manusia tetapi tidak bisa dijadikan sebagai makanan kucing. Adanya perbedaan sistem tubuh tidak menjadikan semua makanan sama. Berilah makanan yang sudah pasti baik.

Apakah kamu pernah memberi makan kucing dan ternyata merupakan makanan yang tidak boleh dimakan oleh mereka?

Buat yang mau kirim cerita menarik tentang kucing kalian, bisa melalui email [email protected] atau DM cerita ke Instagram @Jurnal_Kucing. Cerita menarik akan di ceritakan ulang di blog ini.

Leave a Reply