CARA MENCEGAH TIMBULNYA KUTU PADA KUCING DAN LINGKUNGAN

CARA MENCEGAH TIMBULNYA KUTU PADA KUCING DAN LINGKUNGAN

Kehadiran kutu pada kucing tidak bisa dianggap remeh. Terlebih lagi parasit kecil ini menyukai kucing sebagai inang untuk tempat hidup. Tidak hanya membuat kucing stress karena rasa gatal yang dirasakan, kutu pada kucing juga dapat menimbulkan penyakit lainnya.

Sebelum membahas mengenai cara pencegahan kutu pada kucing, ada baiknya terlebih dahulu mengenali tanda dan obat untuk menangani kutu pada kucing. Apabila sudah mengetahui info tersebut barulah kamu mulai mencari cara bagaimana cara mencegah agar penyakit kutu pada kucing tidak terjadi lagi.

Penyakit Akibat Kutu Kucing

Jika kutu sudah lama di tubuh kucing maka dapat mengakibatkan beberapa penyakit, seperti:

Haemobartonellosis, dimana kutu akan menghisap darah kucing. Penyakit ini akan menimbulkan gejala kucing lesu, nafsu makan berkurang, anemia dan gangguan pernapasan. Cara menanganinya dengan antibiotik, tetapi jika keadaan kucing sudah sanat parah maka butuh dilakukan tranfusi darah.

Ada kemungkinan terkena penyakit anemia yang dapat berbahaya bagi anak kucing.

Penyakit cacingan karena kutu bisa sebagai pembawa cacing pita.

Selain 3 penyakit yang sudah disebutkan, kutu pada kucing juga akan menyebabkan infeksi bakteri.

Cara Mencegah Kutu Pada Kucing

Sebelum kucing akan mengalami serangan kutu yang parah, ada baiknya untuk selalu memperhatikan keadaan kucing. Ini adalah tindakan pencegahan yang sudah seharusnya dilakukan oleh setiap pemilik kucing.

Jika memelihara kucing Sphynx mungkin salah satu keuntungannya bisa dengan mudah mencegah kutu karena hampir tidak memiliki bulu di sekujur tubuhnya. Tapi, selain kucing itu, setiap kucing memiliki bulu yang menutupi sekujur tubuhnya, baik berbulu pendek atau panjang.

Banyak tindakan mudah yang akan menyelamatkan kucing dari kutu, diantaranya:

Sisir Kutu

kutu pada kucing

Belilah sisir dengan jarak antar gigi cukup rapat dan sisir ke tubuh kucing dari kepala hingga ekor. Hal inilah yang akan membuat kutu pada kucing atau kotorannya terangkat. Apabila ternyata tidak ada kotoran yang terdapat di sisir, coba periksalah lagi tubuh kucing dengan membelah beberapa bulu kucing sehingga kamu bisa melihat kulitnya.

Apabila tidak ada, bagus berarti kucing sehat dan lingkungan aman dari kutu. Sebaliknya, jika ada maka segeralah melakukan tindakan agar kutu tidak berkembang biak dan membuat keadaan kucing memburuk.

Setelah selesai menyisir kucing, baiknya sisir kutu dibersihkan menggunakan sabun. Kamu bisa melakukan hal ini beberapa kali dalam seminggu.

Grooming

Lakukanlah beberapa minggu atau sebulan sekali untuk si kucing. Buat ras kucing seperti kucing Persia, Maine Coon dan Ragdoll yang memiliki bulu panjang hal ini harus dilakukan. Potonglah bulu kucig jika dirasa sudah panjang dan banyak hairball.

Selain untuk merapihkan, cara ini sebagai pencegahan karena ketika bulu dipotong lebih mudah mendeteksi ada kutu pada kucing atau tidak.

Vaksinisasi

Saat mereka dalam keadaan baik maka ada baiknya melakukan vaksinisasi. Ada banyak jenis vaksin dengan segala manfaatnya.

Sebelum dokter melakukan itu, ada beberapa syarat yang harus kucing penuhi. Kucing haruslah dalam keadaan sehat karena pemberian vaksin berarti memasukkan bibit penyakit yang dilemahkan. Fungsinya agar si kucing memiliki antibodi untuk melahan sumber penyakit.

Tick Collar

kutu pada kucing

Benda tick collar ini cukup popular dan tidak sulit untuk mendapatkannya. Selain bisa untuk mengusir kutu, modelnya yang berupa kalung dapat memperindah tampilan si kucing.

Pengalan pribadi!

Jadi, pernah mencoba memasangkan tick collar ini ke kucing yang sudah terdapat kutu di tubuhnya. Cukup berfungsi benda ini karena kutu akan terjatuh dari bulu kucing. Tapi, perlu diingat bahwa cara ini tidak begitu ampuh.

Hanya saja, dirasa cukup efektif jika digunakan sebagai pencegahan agar kucing tidak terserang kutu.

Isolasi

Memelihara kucing banyak dan salah satu dari kucing sudah terbukti ada kutu? Maka untuk mencegah kucing lainnya terkena hal serupa, isolasi kucing bisa dilakukan. Jangan ditempatkan kucing sakit dan sehat secara bersamaan karena kutu dapat melompat untuk berpindah inang.

Selain cara yang bisa dilakukan agar kucing tidak terkena kutu, sangat penting untuk membersihkan lingkungan rumah!

Peliharalah Semut

kutu pada kucing

Biasanya karena semut memiliki tubuh yang kecil maka suka tidak sadar kalau kita membunuhnya atau menyapunya agar lingkungan rumah terlihat bersih. Tapi tahu tidak ternyata semut bermanfaat? Salah satunya serangga kecil ini dapat menyingkirkan kutu. Semut menyukai makan telur kutu dan larva.

Cara Mencegah Kutu di Rumah

Meskipun terlihat kembali sehat karena sudah tidak ada kutu pada kucing di tubuhnya tapi kamu masih harus memperhatikan kebersihan lingkungan. Jika tidak ada perubahan lingkungan menjadi lebih bersih maka bukan tidak mungkin jika kutu kucing akan kembali menyerang.

Apabila memelihara kucing di dalam rumah, maka beberapa hal berikut bisa dilakukan agar tidak terjadi kutu kucing. Lakukanlah secara teratur dalam waktu beberapa minggu.

  1. Gunakan Vacuum Cleaner

Ketahui tempat-tempat yang suka digunakan kucing untuk tidur atau bersantai. Karpet, sofa, tempat tidur khususnya atau kasur haruslah segera dibersihkan. Jika memiliki vacuum cleaner itu lebih baik supaya kutu dapat tersedot pada alat.

Sehabis membersihkan maka jangan buang kotoran di tong sampah rumah. Buanglah di tempat sampah luar agar kutu tidak balik. Ada cara yang lebih baik, yaitu kotoran diberikan alkohol untuk membunuh kutunya.

  1. Gunakan Air Panas

Cuci semua seprai dan kain pelapis perabotan rumah tangga. Jika pakaianmu sebelumnya juga abis melakukan kontak dengan kucing yang memiliki kutu juga harus dibersihkan. Jangan lupa untuk memisahkan kain yang terkena atau berpotensi kena kutu kucing dengan yang bersih. Cucilah menggunakan air panas.

Apabila telah menemukan kutu sebelum dilakukan pencucian maka kamu bisa menaruhnya di dalam air alkohol. Jika tidak ada maka masukkan parasit kecil itu ke dalam plastik dan tutuplah dengan erat. Tidak adanya udara dalam plastik akan membuat kutu mati.

  1. Gunakan Desinfektan

Perlu dicoba cara ini agar kutu di rumah hilang. Salah satu jenis desinfektan yang bisa digunakan adalah Deltatox yang mudah didapatkan di e-commerce. Deltatox dapat membunuh kutu dengan cara disemprot atau direndam.

Pada kemasan juga tercantum rinci bagaimana cara pemakaiannya. Gunakan desinfektan ini beberapa kali agar kutu dan telur hilang sepenuhnya.

  1. Pembasmi Hama

Ini bisa menjadi pilihan jika ternyata setelah diselidiki kucing rumahan mendapatkan serangan kutu kucing yang cukup besar. Panggillah pembasmi hama. Fogger yang digunakan untuk membasmi hama. Bahan yang digunakan sebagai isian fogger adalah campuran minyak solar khusus untuk rumah tangga.

Penggunaan fogger dirasa cukup efektif. Hal ini dikarena bahan yang digunakan akan melepas gas beracun yang ampuh untuk membunuh kutu beserta telurnya. Selain itu, jika menggunakan jasa yang ahli maka mereka akan mencari titik-titik tertentu di rumah yang sekiranya menjadi sumber penyebab kutu pada kucing.

Tetapi, gasnya kurang baik untuk kucing bahkan anak-anak. Jika sangat dibutuhkan menggunakan ini ada baiknya kucing sudah berada di tempat yang aman atau dititipkan ke penitipan kucing untuk sementara waktu.

  1. Potong Rumput

Menjaga rumput di halaman harus dilakukan. Rumput yang tinggi dan lembab disenangi oleh kutu. Rutinlah memotorng rumput agar tidak tinggi dan tidak dapat digunakan kutu tinggal sebelum hinggap ke kucing. Bisa juga memberikan tanah diatom agar kutu mati.

  1. Gunakan Tanah Diatom

Tanah diatom berisi batu sedimen silica yang dihancurkan. Berfungsi untuk membunuh kutu, termasuk kutu pada kucing. Cara menggunakannya juga cukup mudah, yaitu dengan menaburkan di area rumah yang sekiranya terdapat kutu.

Penting!

Jangan gunakan langsung bahan ini ke kucing meskipun di aturannya bisa diberikan langsung. Gunakan juga sesekali dengan jeda waktu yang lama. Kelemahan dari tanah diatom dapat menyebabkan iritasi dan debu yang dihasilkan dapat menyebabkan sesak nafas, baik manusia maupun kucing.

  1. Gunakan Baking Soda

Penggunaan baking soda akan membuat kutu kehilangan cairan. Pada akhinya kutu kucing akan mati kekeringan. Penggunaan bahan ini bisa menjadi alternatif dan patut untuk dicoba karena hampir semua orang punya bahan ini di rumah. Jika harus membeli, sangat mudah didapatkan.

Cara penggunaannya dengan mengoleskan baking soda ke tempat dan area yang teridentifikasi terdapat kutu. Sebaiknya kamu mengoleskan baking soda beberapa kali agar khasiat dari bahan ini berdampak membasmi kutu pada kucing.

Info tambahan, selain baking soda bisa menggunakan silica gel juga ya.

Info Tambahan

Siklus Kutu Pada Kucing

Siklus kutu pada kucing melewati 4 tahapan, mulai dari telur, larva, pupae hingga kutu dewasa. Siklus hidup kutu berlangsung selama beberapa minggu hingga bertahun-tahun. Kutu dapat hidup di lingkungan yang lembab, hangat dan gelap.

Kutu dewasa memiliki lompatan yang cukup jauh untuk bisa berada di tubuh inangnya. Kutu dewasa memiliki antena panjang dan halus. Kegunaan dari bagian tubuh tersebut agar dapat menembus kulit inang yang kemudian akan menghisap darah sebagai sumber perkembangan mereka.

Perkembangan kutu pada kucing sangatlah cepat karena sekali bertelur dapat mengeluarkan 50 telur per hari. Dalam beberapa sebulan, kutu betina bisa menghasilkan 500-600 telur.

Beberapa telur kutu pada kucing ini yang kemudian akan terjatuh dari bulu kucing. Telur terjatuh di lingkungan tempat kucing berada, seperti pada kasur dan karpet. Kemudian akan menyerang hewan berbulu lainnya.

Telur kutu akan mencari inang untuk dapat bertahan hidup, lalu menetaskannya dalam beberapa minggu di tubuh kucing. Inang yang akan menjadi tempat hidup kutu adalah 95% mamalia dan 5% burung.

Larva merupakan tahap perkembangan yang berlangsung selama kurang lebih 5 hingga 18 hari, atau bahkan bisa lebih lama dari waktu yang diperkirakan. Hal ini bergantung pada lingkungan dan makanan yang diterima.

Larva akan mengambil makan dari kotoran kutu dewasa (umumnya berupa darah kering). Makanan lain seperti puing organik (remah roti dan bubuk kayu) yang berada pada karpet, tanah atau tempat lainnya juga dibutuhkan larva.

Pupae merupakan tahapan terakhir sebelum menjadi kutu dewasa. Biasanya membutuhkan waktu 3 hingga 5 hari. Jika keadaan tidak memungkinkan maka akan tetap menjadi pupae bahkan bisa dalam waktu lebih dari 1 tahun. Lingkungan yang lembab, hangat dan gelap adalah faktor yang mempercepat

Banyak cara untuk membuat kondisi lingkungan dan kucing tetap sehat. Jika semua dalam keadaan baik, maka yang mendapatkan keuntungan juga kita sendiri.

Leave a Reply