KUCING HIMALAYA, BADAN PERSIA WARNA BULU SIAM

KUCING HIMALAYA, BADAN PERSIA WARNA BULU SIAM

Kucing Himalaya atau bisa juga disebut dengan Himmie di kalangan pecinta kucing. Adanya persilangan yang dilakukan oleh peneliti dan peternak menjadikan kucing ini semakin terlihat indah.

Jika kamu tertarik untuk menjadikannya sebagai hewan peliharaan, maka ada baiknya mengenal lebih dekat terlebih dahulu. Proses pengenalan yang baik akan membuat keputusan yang diambil menjadi lebih bijak.

Oleh karenanya, Jurnal Kucing akan membantu kamu mendapatkan informasi yang cukup detail yang meliputi sejarah, sifat, ciri anggota tubuh, kesehatan dan bagaimana cara merawat yang baik dan benar. Selamat membaca!

Sejarah

Kucing Himalaya merupakan perpaduan keturunan dari kucing Himalaya dan kucing Siam. Sebelum dikenal dengan nama yang sekarang, kucing ini memiliki sebutan nama Colour Point Persian.

Proses untuk mendapatkan bentuk kucing seperti saat ini sudah dilakukan pada tahun 1920-1930. Tujuan dilakukan perkawinan silan antar kedua ras kucing ini untuk menghasilkan badan yang indah seperti kucing Persia dan warna bulu yang indah seperti kucing Siam.

Pada tahun 1935, proses persilangan 2 jenis ras kucing ini dilakukan oleh Clyde Keeler yang merupakan seorang peneliti Harvard Medical School dan Virginia Cobb seorang peternak kucing. Kucing Himalaya pertama memiliki nama Newton’s Debutante.

Kucing Himalaya mendapatkan perlakuan yang berbeda, seperti:

  • Tahun 1957, Cat Fanciers Association (CFA) mengakui sebagai jenis ras kucing baru.
  • Tahun 1984, direksi CFA mengubah dan menetapkan sebagai varian warna dari kucing Persia.
  • Menurut The International Cat Association, kucing Himalaya termasuk bagian dari anggota kucing Persia.

Sifat

Karena merupakan keturunan kucing Persia dan Siam, maka sifat kucing Himalaya tidak jauh berbeda dari kedua hewan tersebut. Sifat manja dan kalem adalah yang paling dominan pada kucing ini.

Sangat senang sekali jika dekat dengan pemilik. Hanya saja, jika kamu kurang suka dengan sifat kucing manja atau sangat sibuk tidak disarankan memiliki kucing Himalaya atau kucing Persia. Perlakuan yang paling senang didapatkan adalah duduk di pangkuan atau dielus.

Sifat kalem yang dimaksud adalah, mereka lebih suka bermalas-malasan dibandingkan bermain secara aktif, seperti menangkap bulu kucing dan mengejar boneka tikus. Ada banyak jenis permainan yang bisa kamu pilih sesuai dengan sifat kucing dan biaya yang kamu miliki. Cek beberapa rekomendasi mainan kucing di sini.

Keadaan rumah yang tenang membuat mereka akan merasa lebih nyaman. Dampak positif bagi kucing dan juga pemilik. Tapi, ada baiknya kamu mengetahui bagaimana ciri kucing stress. Ketika sudah mengenali tanda-tandanya, maka kamu sebaiknya mengetahui juga bagaimana cara menangkannya di sini.

Apakah cocok jika disatukan dengan hewan lain (seperti anjing) atau anak kecil?

Mengingat sifatnya yang kalem dan tidak begitu aktif, maka dirasa cocok untuk dijadikan teman hewan lain maupun manusia. Akan tetapi, harus diingat kucing Himalaya menyukai ketenangan.

Apabila teman lain kucing ini memiliki sifat yang suka memburu, misal mengejar akan membuatnya menjadi tidak nyaman. Meskipun kamu melihat itu hanya bagian dari hewan lain ingin bermain, tapi ditakutkan akan membuatnya cemas dan mengakibatkan stress.

Kucing aktif umumnya akan dibarengi dengan kemampuanya untuk melompat yang cukup baik. Tapi tidak dengan kucing Himalaya. Daripada harus melakukan hal itu, mereka lebih memilih untuk menentukan 1 tempat yan mudah diakses dan bersantai di sana.

Tempat terbaik mana yang sangat senang disinggahi oleh kucing Himalayamu?

kucing himalaya

Ciri-Ciri Fisik

Bentuk wajah – Memiliki wajah bulat serta pipi yang chubby dan disertai dengan bulu yang lebat. Ciri khas wajah dari kucing Himalaya seperti keturunannya Persia, yaitu ekspresi muka yang datar.

Telinga – Memiliki telinga yang relatif kecil dengan bentuk yang melengkung.

Mata – Umumnya kucing Himalaya memiliki warna mata biru.

Hidung – Memiliki hidung yang imut karena cukup pesek untuk beberapa jenis. Ketika dilihat dari samping, bagian hidung, dahu dan dagu akan terlihat cukup datar.

Bulu – Kucing Himalaya memiliki bulu yang tebal dan panjang dengan warna bulu beraneka ragam. Berikut info warna bulu berdasarkan CFA yang bisa kamu ketahui:

  • Seal Lynx Point
  • Seal Point
  • Blue Point
  • Blue-Cream Point
  • Cream Point
  • Flame Lynx Point
  • Flame Point
  • Tortie Lynx Point
  • Tortie Point

Tubuh – Memiliki bentuk tubuh yang gemuk dan bulat dengan keempat kakinya yang pendek, kuat dan tebal karena tertutupi oleh bulu yang lebat. Kucing Himalaya memiliki tubuh dengan ukuran medium. Rata-rata berat badan kucing ini berkisar 3-6 kg.

Ekor – Memiliki ekor yang panjang dan ditutupi oleh bulu yang lebat juga panjang. Melihat ekor kucing ini saja akan membuat kamu gemas karena terlihat sangat fluffy.

Kesehatan

  • Sulit bernafas atau mengeluarkan suara yang berisik saat bernafas yang diakibatkan oleh lubang hidung yang kecil.
  • Heat sensitivity yang diakibatkan karena struktur sistem pernapasan dan brachycephalic (hidung pesek atau wajah datar).
  • Penyakit kulit dikarenakan lingkungan yang kurang bersih sehingga terinfeksi jamur, kutu atau tungau yang menyebabkan scabies.
kucing himalaya

Cara Merawat

  • Memberikan Nutrisi

Berikan selalu makanan dan minuman dengan keadaan terbaik yang bisa kamu berikan. Pemilihan makanan ini juga akan cocok-cocokkan dengan kucing. Dikarenakan memiliki bulu yang panjang dan tebal, maka pilihlah makanan yang mengklaim dapat menjaga kesehatan bulu.

Jika sudah bertemu merek yang cocok maka janganlah menggantinya.

  • Menyisir Bulu

Bulu kucing Himalaya ini tebal dan panjang maka ada baiknya kamu sering menyisir bulu agar tetap halus dan tidak ada yang kusut atau hairball. Jika sudah terlaly banyak kusut dan sulit diatur maka segeralah melakukan grooming.

Hati-hati dalam memilih perawatan ini ya. Pastikan keadaan tempat tersebut bersih dan tidak bau. Semakin meningkatnya era digital maka kamu akan lebih dimudahkan dengan adanya layanan jasa grooming ke rumah tempat kamu tinggal.

  • Memandikan

Menurut Jaxon Galaxy, salah satu expert tentang kucing, mengatakan di salah satu channel youtubenya bahwa kucing tidak seharusnya dimandikan setiap harinya. Mereka memiliki kemampuan untuk melakukan pembersihan badan sendiri menggunakan lidahnya.

Tapi, tetap mereka memiliki kelemahan dan membutuhkan bantuanmu karena tidak bisa membersihkan area di bagian leher belakang. Selain itu, jika kamu merasa kucing sudah kotor atau mengeluarkan bau tidak menyenangkan maka mandikanlah mereka.

Pemilihan sampo kucing juga harus diperhatikan. Pastikan cocok dengan kulit kucing. Jika ada masalah kulit juga harus diperhatikan manfaat sampo yang ditawarkan oleh setiap produk. Ada beberapa bahan kandungan yang harus dihindari pada sampo, diantaranya paraben, sulfat dan sabun.

Keringkan bulu kucing dengan benar agar tidak menjadi lembab. Keadaan ini menyebabkan kutu dan tungau senang bersarang di bulu kucing.

  • Membersihkan Anggota Tubuh Lain

Jangan luput dari perhatian anggota tubuh seperti kuping, mata, hidung dan gigi. Sering dianggap hal kecil tetapi jika tidak dijaga akan menyebabkan masalah kesehatan.

Misalnya saja acuh dalam pembersihan gigi, maka dampaknya akan lebih terasa saat memasuki usia dewasa. Kucing bisa saja terserang masalah periodental. Lalai dalam menjaga kebersihan hidung dapat membuat kucing Himalaya kesulitan bernafas karena memiliki bentuk hidung yang pesek.

Kuku kucing dan bukan hanya Himalaya tapi hewan lainnya, seperti anjing juga ada baiknya jika kamu potong. Ini akan mengurangi terjadinya luka jika kucing sedang bermain atau tiba-tiba bertengkar. Selain itu, menjaga furniture agar selalu dalam keadaan baik, tidak ada cakaran kucing.

  • ­Kebersihan Lingkungan

Tidak hanya manusia, kucing juga harus mendapatkan tempat yang nyaman. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah membuat lingkungan bersih. Ketika membahas ini, maka tidak luput dari pembersihkan alat dan tempat yang biasa digunakan atau dikunjungi kucing.

Membersihkan rumah akan sangat baik jika dilakukan setiap hari karena setiap detik selalu melakukan kegiatan bahkan ada anggota keluarga yang keluar masuk rumah. Ketika rumah bersih maka diharapkan tidak adanya kutu bahkan tungau yang dapat menyerang kucing dan menimbulkan penyakit cacingan atau scabies.

Untuk keperluan kucing Himalaya yang harus dilakukan secara rutin pembersihan adalah alat makan serta minum, kandang atau tempat yang biasa digunakan untuk bersitirahat dan litter box.

  • Memberikan Vaksin dan Obat Cacing

Pemberian vaksin ini sangat penting sebagai perlindungan kucing, mencegah penyakit dan meningkatkan harapan hidup. Vaksin yang dapat diberikan seperti vaksin tricat, vaksin rabies dan vaksin tetracat. Disarankan jika ingin melakukan hal ini maka ke dokter hewan terpecaya.

Selain vaksin, jika memungkinkan maka periksakanlah kesehatan kucing secara berkala untuk menghindari penyakit yang telah akut terjadi. Pemberian obat cacing juga sampai terlewatkan.

  • Menyediakan Mainan

Sifat kalem yang dimiliki kucing ini jangan dijadikan alasan untuk tidak bermain bersama mereka. Kegiatan ini harus dan perlu dilakukan. Sebaiknya setiap hari meskipun waktu bermain hanya 10 menit.

Latihlah agar badan kucing mau bergerak karena hal ini akan baik untuk kesehatan dirinya juga. Selain itu, akan membuat kucing senang sehingga terhindar dari stress.

Penutup

Kucing Himalaya memiliki sifat yang manja dan kalem karena termasuk kucing yang kurang aktif atau tidak menyukai bermain secara aktif. Suasana tenang akan membuat mereka merasa nyaman sehingga menghindari kemungkinan terjadinya stress.

Jika sudah menetapkan hati untuk memeliharanya, pastikan kamu sudah mengetahui bahwa mereka tetap membutuhkan olahraga dengan mengajaknya bermain sebentar setiap harinya untuk menghindari obesitas dan membuat senang.

Hal yang terpenting untuk diperhatikan adalah pemilihan makanan dan juga kesehatan. Karena bentuk tubuhnya dan bulunya yang panjang dan tebal maka butuh perhatian ekstra dari si pemilik. Menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh kucing dan juga lingkungan adalah yang utama.

Apabila mengadopsi dari seorang peternak pastikan kamu mendapatkan keadaan riwayat kesehatan kucing. Jika sudah cukup besar, sekitar 1.5-2 tahun, ketahui tindakan pencegahan medis apa saja yang sudah pernah dilakukan (Vaksin, pemberian obat cacing dan sterilisasi). Jika belum, segeralah melakukan itu.

Jika memiliki pengalaman menarik dengan kucing bisa kirim cerita kamu ke email [email protected]

Apabila ada info tambahan dari kucing ini atau saran topik apalagi yang bagus buat dibahas bisa tulis di kolom komentar ya!

Artikel Lainnya

  • 11 Rekomendasi Litter Box Kucing
  • Cara Memilih dan Rekomendasi Kandang Kucing
  • Merawat Kucing Tua dengan Baik

Leave a Reply