TINDAKAN PENGOBATAN KUCING DIARE

TINDAKAN PENGOBATAN KUCING DIARE

Kebanyakan dari pemilik kucing pasti pernah mengalami bahwa hewan kesayangannya mengalami diare atau mencret. Kucing memang salah satu hewan yang sering mengalami masalah pencernaan. Penyakit  diare pada kucing ada yang sifatnya diare ringan atau bahkan berat. Tergantung dari tanda yang ditunjukkan si kucing. Ketika kucing diare, sebagai pemilik juga harus waspada karena biasanya ini adalah gejala yang ditunjukkan kucing atas  suatu penyakit, seperti penyakit cacingan.

Sebelum ke tindakan pengobatan, maka ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa saja sih yang bisa jadi penyebabnya? Mengetahui penyebab kucing diare membuat kita akan lebih bijak dalam menentukan tindakan pengobatan yang tepat dan cara mencegah agar tidak membuat kucing diare. Memilih pengobatan yang tepat akan meningkatkan harapan hidup bagi si kucing.

Dapat dengan mudah terlihat dari bentuk dan feses kucing. Pada saat kucing diare maka feses yang keluar akan cair, berlendir, berbau sangat kuat atau bahkan terdapat darah dengan frekuensi buang air yang lebih sering. Warna feses kucing yang sehat adalah coklat tua sedangkan ketika kucing diare akan berwarna abu, kuning, oren atau merah.

Lemas, muntah, warna gusi pucat dan kebiasaan penggunaan litter box yang berubah. Kebiasaan berubah karena kucing akan merasa selalu ingin buang air dalam waktu yang berdekatan. Apabila sudah tidak tertahankan, kucing akan buang air di luar litter box.

  • Penyebab Kucing Diare

1. Makanan

Berikanlah makanan yang higienis dan matang (direbus) ketika tidak menggunakan makanan kering kucing. Makanan mentah mengandung risiko adanya kontaminasi bakteri. Bakteri yang biasanya terdapat di makanan mentah seperti daging atau ikan adalah Eschericihia coli. Hal ini dapat menjadi berbahaya dan menyebabkan kucing diare atau bahkan muntah yang parah.

Pergantian jenis makanan  dari biasanya terkadang dapat membuat kucing diare. Bisa jadi dikarenakan adanya kandungan bahan yang ternyata tidak cocok dengan sistem cerna kucing (alergi). Hal ini menyebabkan proses pencernaan menjadi tidak baik sehingga kucing mengalami diare.

Apabila mengharuskan kucing untuk mengganti jenis makanan maka bisa mencampurkan makanan baru dengan makanan lama kucing 25:75. Lakukan ini selama kurang lebih 1 minggu supaya pencernaan kucing beradaptasi.

2. Minuman

Jika kucingmu adalah kucing rumahan sejati maka perhatikanlah apa yang akan diminum. Sebisa mungkin berikanlah air minum matang untuk si kucing. Jangan samakan daya tahan tubuh atau sistem imun kucing rumahan dengan kucing liar. Mau bagaimanapun ketika tidak terjadi penyakit diare maka pemilik kucing juga yang senang.

Apa boleh kucing diberikan susu?

Jika sangat dibutuhkan silakan saja kasih, misal bayi kucing yang tidak mendapat ASI dari induknya. Tapi, berikan susu yang khusus untuk bayi kucing. Jangan memberikan susu manusia karena kucing sulit mencerna laktosa dan ketika terlalu dipaksakan maka pencernaannya akan terganggu. Akhirnya, menyebabkan kucing diare.

3. Stres

Beberapa kucing memiliki sifat adaptasi yang sulit atau bahkan sangat sulit terhadap lingkungan. Adanya perbedaan sedikit saja dari biasanya rutinitas dapat memicu kucing stress. Beberapa hal diantaranya, pergantian pemilik, pindah rumah, keramaian dan adanya perubahan iklim.

Apabila kucing stres maka akan berdampak dengan pola hidup mereka. Jika biasanya mereka sangat aktif bergerak dan makan, maka mereka menjadi letih, lesu dan tidak nafsu makan atau bahkan menjadi agresif. Ketika hal ini berlangsung cukup lama maka menyebabkan daya tahan tubuh kucing menurun.

cara memandikan kucing
  • Pengobatan Kucing Diare

1. Oralit Buatan

Penyebab diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit. Sebenarnya bisa tidak usah diberikan obat. Secara alami, sistem imun di tubuh kucing akan melakukan mekanisme perlindungan diri dengan cara mengeluarkannya melalui feses atau muntah.

Proses mengeluarkan racun ini membuat kucing akan mengalami dehidrasi. Kamu dapat memberikan larutan oralit untuk kucing diare dengan mencampurkan air dengan gula dan sedikit garam. Jika tidak tahu takarannya dan ingin beli yang sudah jadi, carilah di toko hewan terdekat.

2. Membawa ke Dokter

Langkah ini adalah yang paling aman maka bawalah ke dokter hewan ketika kucing sudah mengalami keadaan diare yang cukup parah. Pemeriksaan akan lebih teliti dilakukan dengan dokter hewan sehingga mengetahui penyakit diare ini merupakan gejala dari sakit cacingan atau ada hal lainnya. Pemberian obat menjadi lebih efektif terarah sesuai dengan apa yang di derita oleh kucing.

3. Memberikan Lacto B

Merupakan obat yang biasanya digunakan bayi untuk mengatasi masalah pencernaan dan menceah intoleransi laktosa. Meskipun ini untuk bayi, obat ini juga dapat digunakan untuk kucing diare. Selain miliki harga yang murah, obat ini juga mudah untuk ditemui.

Pada Lacto B ini terdapat banyak mengandung bakteri baik, seperti Lactobacillus acidophilu, Streptococcus, vitamin B1, B2, B6 dan B3, vitamin C, Zink dan Protein sebanyak 1×109 CFU untuk setiap 1 gramnya. Kandungan vitamin B untuk mengurangi bakteri jahat sehingga membuat daya tahan tubuh kucing bagus dan tidak mudah terserang infeksi. Kandungan zink pada obat ini yang sangat baik dalam menangani diare pada kucing.

Sebelum memberikan obat Lacto B maka baca terlebih dahulu aturan pakai atau minta keterangan melalui dokter hewan sehingga dosis yang diberikan tepat.

Pada 1 sachet Lacto B ini mengandung 1 gram. Pemberian Lacto B sebanyak 2 gram Lacto B x 0,5 sendok teh dengan campuran air dan berikan maksimal 2x dalam sehari.

Setiap kucing pasti sangat sulit jika harus diberikan obat, maka dari itu dibutuhkan trik yang baik!

Pada obat Lacto B bisa dilarutkan pada air minum kucing. Jika kucing sudah mencurigainya lalu malah enggan untuk meminum air, yang harus kamu lakukan adalah meminumkannya mereka. Pakai suntikan spuit pet untuk lebih mempermudah.

PERINGATAN!

Jangan memberikan obat Lacto B ke kucing dengan berlebihan karena akan mengakibatkan kucing overdosis hingga lemas.

4. Memberikan Obat Cacing

Penyakit cacingan pada kucing juga salah satu gejalanya adalah kucing diare. Apabila setelah diamati ternyata kucing memiliki ciri-ciri penyakit cacingan, maka kamu dapat memberikan pengobatan cacingan untuk kucing.

  • Pencegahan

Salah satu cara pencegahan agar kucing tidak diare adalah dengan menambahkan serat. Tujuan ini untuk melancarkan dan memulihkan sistem pencernaan setelah sakit. Kamu bisa menambahkan probiotik, salah satu contohnya adalah FortiFlora untuk kucing. Produk ini mudah didapatkan dan rasa disukai kucing. Selain itu, produk Metamucil juga mengandung tinggi serat. Cara penggunaannya dengan mencampurkan ke makanan kucing sebanyak ½ sendok teh selama 5-7 hari.

Jika ada yang kucingnya pernah mengalami diare dan sembuh, yuk share pengalaman kalian dalam merawat si kucing di kolom komen.

Leave a Reply