MENGENAL DEKAT DENGAN KUCING BALINESE

MENGENAL DEKAT DENGAN KUCING BALINESE

Mendengar kata ini apa yang kamu pikirkan tentang kucing Balinese ini? Salah satu kota di Indonesia, Bali. Apakah hewan ini berasal dari Bali?

Jika berpikir kucing ini berasal dari Indonesia, mari baca artikelnya ya. Akan dibahas lengkap mulai dari sejarah hingga cara perawatan yang baik.

Sejarah Kucing Balinese

Terlahirnya 1 spesies baru dikarenakan adanya mutasi genetik alami kucing Siam. Ada yang mengatakan bahwa kucing ini adalah keturunan antara kucing Siam dengan kucing Anggora Turki. Keunikan atau yang menjadi pembeda adalah kucing Balinese memiliki bulu yang lebih panjang.

Walaupun memiliki nama seperti salah satu kota terfavorit di Indonesia, yaitu Bali, namun kucing ini bukan berasal dari sana. Kucing Balinese nyatanya berasal dari Thailand.

Para peternak memberikan nama kucing Balinese karena keindahannya. Tampilan fisik yang elegan dan gerakan tubuhnya yang indah seperti penari di pulau Bali.

Pertama kali dikenal pada tahun 1940-an di Amerika. Diikuti program perkembangbiakan kucing Balinese pada tahun 1950-an. Kucing indah ini mendapat pengakuan dari Federasi Pemelihara Kucing atau The Cat Fanciers’ Federation pada tahun 1961.

kucing hilang

Sifat Kucing Balinese

Jika menyukai beberapa hewan dan memiliki anggota keluarga yang banyak, bahkan ada orang yang sudah sangat tua atau masih kecil, kucing Balinese bisa menjadi pilihan. Karenanya, kucing ini memiliki sifat sosial yang baik.

Bahkan, jika ditinggal sendirian dalam waktu yang lama, maka kucing bisa menjadi stress. Penyebab dan cara penanganan kucing stress baiknya kamu ketahui.

Kucing ini juga memiliki Hypoallergenic. Apa itu?

Kucing Balinese memiliki zat anti alergi sehingga orang yang alergi terhadap kucingpun dapat memeliharanya. Jadi, pada kucing ini menghasilkan lebih rendah kadar glikoprotein Fel d1 yang merupakan zat anti alergi dan lebih rendah dibanding kucing ras lainnya.

Meskipun begitu jika ada salah satu anggota keluarga yang alergi terhadap kucing maka lebih baik sebelum mengadopsi diajak biar dapat diketahui bagaimana responnya terhadap kucing tersebut.

Sifat aktif, ceria dan suka bermain mungkin cocok dengan kamu yang memiliki waktu cukup lebih untuk bisa menemani kucing satu ini. Kucing ini memiliki sifat pintar. Carilah permainan yang tidak hanya menuntuk pergerakan fisik kucing, tapi juga kecerdasannya.

Kucing ini memiliki sifat manja seperti kucing Persia karena suka mencari perhatian dan manja. Senang sekali jika kamu sering menemani mereka atau kucing sekedar duduk di pangkuan. Jika tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka bersiaplah mendengar ocehan mereka sehingga kamu akan mengalah.

Menemani kucing bermain akan membuat kucing dan pemilik senang. Membangun hubungan yang lebih erat diantara keduanya juga menjadi keuntungan lainnya yang bisa didapatkan.

Ketika hubungan sudah terjalin erat antara kalian berdua, maka kucing akan menjadi lebih setia. Jangan kaget jika ketika kamu berpindah dari 1 tempat ke tempat lainnya, di belakang ada kucing Balinese yang indah ini akan mengikutimu.

kucing balinese

Ciri-Ciri Fisik Kucing Balinese

Meskipun kucing ini adalah keturunan dari nenek moyang kucing Siam, namun ada 1 fisik yang dengan mudah untuk kamu kenali. Perhatikan dari panjangnya bulu kedua kucing ini.

Tubuh – Seperti bentuk tubuh nenek moyangnya, yaitu kucing Siam. kucing Balinese juga memiliki postur tubuh sedang. Keindahannya disempurnakan dengan tubuhnya yang ramping. Berat rata-rata kucing ini sekitar 5-6 kg.

Bulu – Kucing Balinese memiliki bulu yang lebih panjang dibanding kucing siam dan halus. Hal inilah yang membuat penampilan kucing terlihat menjadi lebih elegan.

Warna bulu dari kucing ini adalah point coloration atau colorpoint. Colorpoint adalah terdapat titik-titik hitam di warna bulu utama kucing.

Pada umumnya warna bulu di tubuh adalah krem pucat. Beberapa bagian warna gelap serta titik-titik hitam di daerah muka, telinga, ekor dan kaki.

Beberapa variasi titik-titik hitam di daerah muka, telinga, ekor dan kaki pada kucing Siam:

  • Seal point : terdapat bintik coklat tua
  • Chocolate point : terdapat bintik coklat muda, mirip seperti warna susu
  • Blue point : terdapat bintik abu atau biru
  • Lilac point : terdapat bintik dengan warna yang sangat pusat, biasanya abu muda

Perubahan warna mengikuti bertambahnya usia, dimana ketika semakin tua maka warna bulunya menjadi semakin gelap dan tajam.

Mata – Berwarna biru dan berbentuk almond. Kucing ini memiliki beberapa warna iris mata selain biru safir, yaitu ungu, hijau dan coklat.

Ekor – Memiliki bentuk yang mengembang seperti kemoceng karena di ekor memiliki bulu yang tebal. Ekor yang dimiliki kucing ini juga panjang.

Telinga – Memiliki telinga yang besar

Kesehatan Kucing Balinese

Dimanapun kamu akan mengadopsi anak bulu, pastikan kamu mendapatkannya di seorang peternak yang kompeten. Bisa dilihat dari keadaan rumah atau tempat memelihara kucing, apakah bersih? Ini yang paling mudah untuk dinilai.

Selanjutnya, seorang peternak kucing yang baik akan memiliki riwayat kesehatan kucing. Tanyakanlah. Apabila ternyata kucing Balinese yang ingin kamu pelihara memiliki penyakit serius, balik tanyakan pada dirimu, apakah kamu sanggup merawat dan membiayai perawatan kesehatannya?

Berikut beberapa kemungkinan penyakit yang dapat diderita oleh kucing Balinese. Sebagian besar dapat berupa faktor gen.

  1. Penyakit Mata

Penyakit mata yang dapat dialami oleh kucing Balinese bisa disebut juga dengan Progressive Retinal Atrophy. Penyakit ini yang sering ditemui oleh kucing ras indah ini. Penyakit ini merupakan gen yang didapatkan dari nenek moyangnya, yaitu kucing Siam.

Kucing membawa kemungkinan besar untuk memiliki mata yang juling. Segeralah membawanya ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih detail dan penanganan lebih tepat.

Masalah mata lainnya yang mungkin terjadi adalah penyakit glaukoma. Penyakit glukoma adalah kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan, nyeri pada mata dan sakit kepala.

  1. Penyakit hati

Umumnya pada kucing ini disebabkan oleh protein abnormal yang disimpan pada organ tubuh (amyloidosis). Amiloidosis ini selain mengganggu fungsi hati, juga dapat menyebabkan terganggunya fungsi ginjal.

  1. Penyakit Jantung

Penyakit jantung yang ada kemungkinan diderita oleh kucing ini adalah Dilated Cardiomyopathy. Singkatnya, jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh kucing dan mengakibatkan badan kucing akan membengkak.

Dapat disebabkan oleh penyakit keturunan atau gen. Dari penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi penyakit lainnya, seperti gagal ginjal dan penyakit katup jantung.

  1. Penyakit Saraf

Ada kemungkinan juga kucing Balinese mengalami masalah dengan saraf (neurologis). Kucing ini memiliki kemungkinan terkena penyakit sindrom Hyperesthesia dan Nystagmus.

Hyperesthesia menyebabkan kucing akan memiliki tingkat sensitivitas yang cukup tinggi, bahkan membuat mereka sakit. Adapun Nystagmus akan membuat pergerakan mata kucing menjadi cepat.

  1. Penyakit pernapasan

Biasanya yang sering terjadi pada kucing ini adalah asma dan bronchitis.

kucing balinese

Merawat Kucing Balinese

Kucing ini memliki harapan hidup hingga 8-13 tahun. Selama pemilik dapat menjaga asupan nutrisi dan kesehatan kucing dengan baik maka diharapkan dapat menemani lebih lama.

Bebebapa hal yang harus diperhatikan:

  1. Kebersihan Lingkungan

Perlu dijaga dengan baik kebersihan lingkungan rumah dan kucing. Usahakan rumah selalu dibersihkan setiap harinya. Kebersihan yang tercipta meminimalisir adanya kutu bahkan tungau yang dapat menyerang kucing dan menimbulkan penyakit cacingan atau scabies.

Semua alat yang digunakan kucing juga jangan sampai terlewat untuk dijaga kebersihannya. Alat yang dimaksud meliputi kandang (jika ada), tempat tidurnya (jika ada), litter box, alat makan dan minum.

Kucing termasuk hewan yang menyukai kebersihan, mereka kurang nyaman apabila harus menggunakan litter box yang kotor. Ada baiknya membersihkan litter box 2-3 kali dalam sehari.

Ketika rumah bersih, bukan hanya kucing peliharaan saja yang sehat tapi pemilik juga.

  1. Kebersihan Badan Kucing

Memiliki kucing dengan bulu panjang memang harus mendapatkan perhatian untuk menghindari bulu kusut, hairball dan banyak rontok. Pilihan sampo kucing di luaran sana sangat beragam sekali.

Ada beberapa hal yang sangat perlu untuk diketahui oleh pemilik sebelum membeli sampo untuk kucingnya. Jangan hanya baca dari manfaat yang diberikan saja karena ternyata ada abhan berbahaya pada sampo kucing jika tidak memperhatikannya. Ketahuilah lebih detail mengenai sampo kucing di sini.

Selain itu, kucing bulu panjang menjadi tempat yang disukai oleh kutu maka kebersihan harus dijaga. Apabila kucing mengalami penyakit kutu, maka harus mengggunakan shampoo khusus.

Kucing Balinese meskipun memiliki bulu cukup panjang namun tidak sepanjang kucing Maine Coon ataupun kucing Persia. Kucing ini tidak membutuhkan perawatan yang cukup rumit.

Memandikan per 2 minggu selama kucing tidak dibiarkan di luar rumah dirasa cukup untuk menjaga bulunya tetap sehat. Tetapi, jangan lupa untuk menyisir bulu kucing minimal seminnggu sekali.

Setela mandi, jangan lupa untuk membersihkan bagian mata, hidung dan telinga kucing. Bersihkan dengan lembut agar kucing juga merasa nyaman.

  1. Kebersihan Makanan dan Minuman

Jangan memberi makan makanan mentah pada kucingmu jika tidak ingin terkena penyakit cacingan!

Berikan makanan komersial kucing, baik yang basah atau kering. Pastikan kandungan pada makanan tersebut yang dibutuhkan. Kucing ini membutuhkan nutrisi dan protein. Kandungan penting lainnya yang harus ada adalah Taurin (Asam Amino Esensial) agar terhindar dari penyakit mata dan jantung.

Pastikan memberi takaran makan sesuai porsi untuk kucing dewasa dan anak. Jika ingin memberikan makanan segar, seperti ikan atau ayam boleh tapi harus dalam keadaan matang (direbus). Jaga juga agar alat makan dan minum kucing dalam keadaan bersih.

  1. Berikan Vaksin

Pemberian vaksin ini sangat penting sebagai perlindungan kucing, mencegah penyakit dan meningkatkan harapan hidup. Vaksin yang dapat diberikan seperti vaksin tricat, vaksin rabies dan vaksin tetracat. Disarankan jika ingin melakukan hal ini maka ke dokter hewan terpecaya.

Selain vaksin, jika memungkinkan maka periksakanlah kesehatan kucing secara berkala untuk menghindari penyakit yang telah akut terjadi. Pemberian obat cacing juga sampai terlewatkan.

  1. Tetap Dalam Rumah!

Akan sangat baik jika kucing di dalam rumah. Ketika mereka berada di luar ruma akan sangat sulit untuk melakukan pengawasan. Banyak sumber penyakit yang dapat dengan mudah membuat infeksi kucing, misal kucing menangkap tikus sehingga mengakibatkan cacingan.

Kucing juga bisa makan dan minum sembarangan sehingga menimbulkan diare. Mengindari pertengkaran kucing sehingga tidak melukai badannya.

Kucing memiliki insting untuk memburu dan ketika mereka akan diburu, tapi tidak berlaku terhadap kendaraan yang lewat. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi sebagian pemilik kucing karena takut kucing tertabrak. Kucing ini merupakan kucing yang cukup antik dan terlihat sangat elegan yang dapat memancing sebagian org untuk melakukan kejahatan.

Agar semua itu tidak terjadi maka menjaganya tetap di rumah (ketika di luar ada pengawasan) maka kamu harus membuat lingkungan nyaman.

  • Sediakan Alat Scratch

Kucing senang sekali menggarukkan kukunya ke suatu benda. Untuk menjaga furniture rumah tetap aman, maka dibutuhkan alat ini.

  • Sediakan Mainan

Siapkan permainan dan ajaklah mereka bermain. Kucing ini senang bermain kejar penunjuk laser. Beberapa rekomendasi jenis mainan kucing juga bisa kamu ketahui di sini.

  1. Exercise

Latihan fisik ini akan menjaganya agar tetap sehat. Kamu dan kucing dapat bermain lempar tangkap karena kucing ini memiliki daya latih yang baik dan cukup pintar.

Penutup

Jika memiliki pengalaman menarik dengan kucing bisa kirim cerita kamu ke email [email protected].

Apabila ada info tambahan dari kucing ini atau saran topik apalagi yang bagus buat dibahas bisa tulis di kolom komentar ya!

Leave a Reply