CERITA TENTANG KUCING: MEREKA YANG TIDAK DIUNDANG

CERITA TENTANG KUCING: MEREKA YANG TIDAK DIUNDANG

Hai, di sesi story ini aku akan membagikan cerita tentang kucing dan kenangan yang aku punya dengan mereka.

Dari dulu gak pernah terpikir untuk punya hewan peliharaan takut tidak bisa bertanggung jawab. Sampai pada suatu ketika Fajar punya seekor kucing yang ditemukan ART-nya saat berangkat kerja dalam keadaan sakit. Nama kucing itu Ey dan sifatnya sangat manja dan nurut sekali. Dari situlah mulai merasa kalau ternyata aku suka dan mereka yang tidak diundangpun hadir.

So, Let’s start to the story!

Cerita tentang kucing
Apoy dan Pubu

Cerita Tentang Kucing Pertama

Cerita tentang kucing pertama, yang bernama Apoy ini misterius karena datang tanpa diundang. Saat itu di lokasi tempat aku tinggal belum banyak kucing seperti sekarang, ada yang memelihara tapi itu cowok dan sudah disteril. Apoy sesekali datang dan hanya bermain di halaman depan rumah. Sampai suatu hari ketika sedang hujan lebat tiba-tiba Apoy terbaring lemas di kursi halaman depan rumah.

Ternyata dia sudah sangat lemas sekali mungkin karena hujan dan cuacanya dingin, ditambah saat itu Apoy tidak atau belum makan. Iya, beberapa kali Apoy main di halaman depan rumah tidak diberikan makan karena takut malah jadi terbiasa datang. Langsung aku bawa masuk, menyiapkan kardus dan beberapa lap bersih yang tidak terpakai untuk menghangatkan badannya. Berpikir dan berasumsi mungkin Apoy seperti ini karena kelaparan. Oke, aku kasih makan saja! Tapi ternyata tidak punya makanan kucing juga, jadi coba tebak apa yang aku lakukan?

MEMASAK TELUR GORENG AGAR DIA MAU MAKAN!

Ide itu kurang berhasil. Apoy Cuma mengenduskan aroma telur itu sesaat tapi tidak mau makan juga. Akhirnya yasudah ku berikan air putih dan coba disuapi makannya. Kurang berhasil juga ternyata Cuma air yang bisa masuk dan itupun dikit, makanan lebih banyak terbuangnya. Selang beberapa menit, aku mengecek keadaanya ternyata Apoy menggigil dan sesekali badannya kejang-kejang.

Ketika memberi tahu keadaan Apoy ke Fajar, makin panik aku dibuatnya karena menurut pengalamannya, keadaan Apoy yang kejang-kejang itu tanda akan mati. Sedih saat mendengar itu, tapi aku masih yakin kalau kucing ini bisa kembali sembuh dan ini hanya karena dia kedinginan saja. Akhirnya Fajar datang dengan membawa gel vitamin. Ajaibnya yang sebelumnya keadaan Apoy sangat lemas, kejang dan terkesan kritis tiba-tiba ketika diolesi sedikit gel vitamin itu ke mulutnya langsung bangun. Tapi, kemudian Apoy keluar rumah dan tidak kembali. Begitulah awal cerita tentang kucing yang bernama Apoy.

Cerita Tentang Kucing Kedua

Cerita tentang kucing bernama Pubu.

Kurang ingat persisnya berapa lama setelah kejadian terakhir si Apoy pergi, tiba-tiba dia kembali. Kali ini membawa satu ekor kucing lain dan cerita tentang kucing yang bernama Pubu pun dimulai!

Pertemuan dengan Pubu memang jauh lebih singkat dibanding Apoy yang sedikit dramatis. Dan akhirnya mereka berdua diberi makan oleh mamah dan terkadang suka tidur juga di dalam rumah, walaupun biasanya yang sering tidur di dalam rumah si Pubu. Kalau dikira-kira saat itu usia Apoy satu tahun dan Pubu enam bulan. Iya, masih kecil, lucu dan aktif sekali.

Mereka berdua suka sekali becanda saling serang sampai guling-guling. Hiburan buat mereka dan hiburan juga untuk aku. Senang melihat mereka heboh! Ini salah satu video yang masih ada dan sempat aku rekam.

Tapi, dengan Pubu ini aku punya pengalaman sedih. Bulan November kemarin tahun 2019 ada yang jahat sekali ke Pubu. Entah siapa pelakunya, tapi orang itu menjepit kemaluan si Pubu tidak tahu menggunakan apa hingga bagian skrotumnya jadi mengempes. Kesal, marah dan sedih sekali pada saat itu. Keesokannya  langsung Pubu dibawa ke dokter untuk disterilkan.

Sekesal-kesalnya sama hewan semoga kita tidak melakukan perbuatan yang sangat menyakitkan bagi mereka ya. Apalagi jika dilakukannya di depan anak, adik atau siapapun yang masih di tahap meniru perbuatan orang terdekatnya. Begitulah akhir cerita tentang kucing peliharaan yang bernama Pubu. Sampai sekarang Apoy dan Pubu masih suka berkunjung ke rumah.

Cerita tentang kucing
Kuga

Kuga, si Galak Berhati Lembut

Bagi yang sudah pernah membaca tulisan aku tentang cara menjinakkan kucing pasti tau tentang kucing ku yang bernama kuga. Singkatnya, Kuga ini adalah kucing dari antah berantah yang tiba-tiba muncul di halaman depan rumah dan sifatnya galak, didekati sedikit atau dielus langsung meraung dan mencakar. Warna bulu Kuga ini full orange, ya hampir mirip Apoy.

Dia tidak pernah masuk rumah kecuali diam-diam aku menggendongnya dan membawa masuk atau sengaja menaruh makanan di deket pintu lalu menariknya masuk. Cara pendekatan ini kurang tepat ya, kucing akan merasa sangat terancam sekali dan stress. Proses pertemanan malah akan lebih lama terjadi. Setelah melakukan beberapa cara yang disebutkan akhirnya anak itu bisa juga jinak.

Kuga memiliki suara ngeong yang lembut dan dibanding dua kucing cowo lainnya, yaitu Apoy dan Pubu , si Kuga ini lebih anteng dan tidak suka keributan. Maka dari itu, aku suka menyebut Kuga si kucing galak berhati lembut.

Cila (yang kecil) dan Pubu

Cerita Tentang Kucing Cewek Pertama

Mamah ku memang kurang suka jika ada kucing cewek yang datang ke rumah. Katanya takut hamil dan bingung saat mau melahirkan. Namun memang terkadang dunia itu iseng ya, semakin kita tidak mau maka semakin di dekatkan pula ke hal tersebut.

Kucing cewek itu bernama Cila, mukanya cantik, tatapannya polos, dia tomboy suka sekali manjat. Manjat gorden atau manjat tikar yang digulung lalu didirikan. Jangan ditanya anak itu muncul darimana, sungguh sudah tidak ingat. Cila sama sekali tidak terintimidasi berada di antara tiga kucing cowok lainnya, bahkan dia bisa berbaur dengan baik. Cila juga yang sering tidur bareng sama mamah aku atau terkadang dengan ku.

Sampai pada malam itu sepulang mamah abis ngaji rutin malam Jum’at, ternyata mamah menangkap basah Cila yang sedang buang air besar di kasur. Karena kesal akhirnya Cila dikeluarkan dari rumah. Pagi dan malam tiba namun ternyata Cila belum juga balik. Mamah sempat bertanya kepada ku, “apakah Cila baik-baik aja? Apa dia kesasar? Apa dia tidak lapar, mengapa belum balik?” Ya aku Cuma bisa mendengar pertanyaannya saja tanpa bisa menjawab.

Beberapa hari berlalu dan tetangga depan ku memberitahu bahwa pada malam pukul 12an Cila tertabrak motor. Orang yang menabrak itu habis pulang kerja dan dalam keadaan mengantuk. Untuk kali pertamanya mamah merasa sangat kehilangan dan menyesal sudah mengeluarkan Cila. Tapi, semoga Cila dikubur dengan baik oleh orang itu.

Sekian cerita tentang kucing untuk tiga ekor kucing pertama yang aku punya. Masih ada cerita dua kucing lainnya, bisa baca di Cerita tentang kucing Part II.

Buat yang mau berbagi cerita bahagia atau sedih tentang kucingnya bisa tulis di kolom komen ya.

Let’s share your story!

Leave a Reply