CERITA TENTANG KUCING PELIHARAAN: PERTEMUAN DAN PERPISAHAN

CERITA TENTANG KUCING PELIHARAAN: PERTEMUAN DAN PERPISAHAN

Setelah Cila mati, selain mamah, ternyata aku juga merasa kehilangan. Bersyukur karena saat dia hidup sempat mendokumentasikan beberapa fotonya. Di awal-awal kehilangan cila berharap tidak memiliki kucing tambahan, apalagi yang masih kecil. Tapi, seiring berjalannya waktu aku berharap ada kucing peliharaan baru yang masih kecil karena tingkahnya yang masih sangat aktif dan menggemaskan. Ternyata keinginan dikabulkan! Aku mendapatkan dua kucing peliharaan yang baik setelahnya. Inilah cerita tentang pertemuan dan perpisahan dengan kucing peliharaan.

Cerita tentang kucing

Cilo, si Kucing Bawel

Cerita tentang kucing peliharaan yang akan aku bahas pertama kali disini adalah si Cilo. Sekarang usianya sudah satu tahun lebih. Walaupun dia kucing kedua termuda di dalam genk kucingku, tapi badannya mengalahkan kakaknya yang nomor dua, si Pubu. Buat yang sudah membaca cerita tentang kucing part I, disana aku menceritakan tiga kucing pertama yang aku punya, urutannya Apoy, Pubu lalu Kuga.

Pertemuan dengan Cilo ini membuat aku was-was, bagaimana tidak anak ini datang saat aku solat tarawih di masjid. Dari kecil anak ini memang sudah bawel. Tapi, pada saat itu dia bawel karena lapar sih. Hanya, duh suara ngeongnya itu sangat nyaring sekali! Setelah mengeong ke sekian kali aku mencoba cari sumber suaranya, ternyata dia gak jauh di belakangku. Dengan satu mata di sebelah kanan yang merah dan sedikit bengkak seperti abis berkelahi. Badannya masih kecil sekali, sepertinya usianya saat itu tiga atau empat bulan. Karena kasian aku berniat untuk memberikan makanan dan membawanya pulang untuk diobati. Setelah keadaannya membaik maka akan aku biarkan pergi.

Di jalan ke Alfamart untuk membeli makanan basah, aku jadi merasa sangat iba karena badannya kecil, kelaparan, entah mamahnya dimana ditambah lagi matanya sedang sakit. Jadi, aku putuskan untuk membawa anak ini ke rumah setidaknya sampai dia sembuh lalu dilepas. Malas terlihat orang dan ditanya mengapa aku membawa kucing, jadi aku putuskan memasukkan Cilo ke plastik Alfamart yang ku dapat setelah beli makanan basah tadi.

Seperti kucing pada umumnya, Cilo juga merasa terancam karena tidak ada proses pengenalan dan tiba-tiba langsung dibawa pergi. Tau apa yang dilakukan? Ya pasti berteriak dengan suara nyaringnya itu. Aku jalan secepat yang aku bisa dan sebisa mungkin selalu menerobos orang yang ada di depan.

cerita tentang kucing peliharaan

Akhirnya sampai juga di rumah dan langsung kuberi makan si Cilo. Tidak butuh waktu lama untuk Cilo menghabiskan makanannya itu. Untuk mengobati matanya aku pakai obat tetes mata. Setelah beberapa hari diberikan obat secara rutin, Cilo akhirnya sembuh. Sudah cukup sayang sama anak itu tapi takut kebanyakan kucing jadi aku masih mau dengan niat awal. Tapi ternyata si mamah sudah sayang dan untuk nemenin mamah kalau di rumah lagi sendirian. Begitulah awal mula cerita tentang kucing peliharaanku yang diberi nama Cilo.

Aku mengajarkan Cilo untuk bisa manjat seperti Cila. Hasilnya? Untuk masalah lompat dan manjat dia jagonya! Bahkan saat kecil kalau makanan yang disiapkan untuknya lama, maka Cilo akan manjat dari kaki sampai ke pundak kita.

Awal Baru dan Akhir dengan Kucing Peliharaan

Ini cerita tentang kucing peliharaanku yang terakhir yang berawal saat aku dan keluarga harus mengontrak rumah sementara waktu karena rumah kami sedang di renovasi. Setelah beberapa hari tinggal di situ ada anak kucing dan ibunya lalu aku memberinya makan karena kasian. Suatu ketika si anak kucing ini yang kuberi dia nama Bubu, datang untuk meminta makan. Tapi ternyata ada yang aneh dengan kakinya, setelah diperiksa salah satu kakinya luka.

Pada bagian kanan telapak kakinya lebam seperti diinjak dan kukunya juga jadi patah. Sedih melihat keadaannya seperti itu maka Bubu diperbolehkan masuk ke kontrakkan untuk makan, minum, tidur bahkan disediakan toilet kucing. Sejak saat itu dia dianggap sebagai kucing peliharaan.

Bubu sering di dalam kontrakkan selama kakinya masih sakit. Khawatir kalau di luar nanti akan disakiti lagi. Bubu kucing yang aktif dan setiap ku ajak main stik bulu senang dan hebohnya luar biasa. Setiap dia mau tidur pasti dia suka nempel-nempel ke manusia. Sudah menjadi kebiasaan dan ribetnya kalau kita juga lagi tidur lalu tiba-tiba dia nempel di atas perut atau di kaki atau di dekat ketiak yang bikin kita susah bergerak. Tapi ini yang dikangenin sama Bubu manja ini.

Sepuluh hari berlalu dan lukanya mulai membaik. Tiba-tiba Bubu membawa, mungkin itu temannya, ke kontrakkan. Kucing yang dibawa Bubu ini cewek bernama Ciwi dan makannya sangat banyak sekali, tapi badannya tetap kecil. Tidak seheboh Bubu kalau diajak main, Ciwi lebih kalem. Selesai sakit Bubu sembuh, sekarang giliran Ciwi yang sakit. Ciwi ada masalah pada saluran pencernaannya, buang airnya encer seperti kalau manusia sedang masuk angin dan bahkan tidak bisa dikontrol. Jadi, sering banget ada poop di lantai. Mulai dari situ, Ciwi dianggap sebagai kucing peliharaan.

Kasihan lihatnya karena poop yang tidak bisa dikontrol itu, membuat Ciwi selalu membersihkan bagian duburnya dan mengakibatkan area itu menjadi merah dan sedikit bengkak. Akhirnya dicoba diberikan air putih yang matang karena sebelumnya air untuk minum diambil dari air keran. Belum berhasil juga, lalu coba diberikan air kelapa dan makanannya diganti dengan Royal Canin khusus untuk pencernaan. Ada obat khusus pencernaan kucing juga yang diberikan ke ciwi. Semuanya dilakukan rutin sehingga dalam waktu 5-6 hari Ciwi sembuh.

Rumah sudah selesai di renovasi dan aku berpikir kalau mereka mau menjadi kucing peliharaan nanti mereka yang ikut sendiri ke rumah. Mereka tidak diangkut paksa untuk ikut denganku

Beberapa hari masih harus ke kontrakkan untuk mengambil barang dan ditaruh kembali ke rumah. Ada dua hari dimana Bubu dan Ciwi ngikutin aku dan mamah berjalan dari kontrakkan ke rumah. Hari pertama Ciwi tidak berani, dia berenti di tengah jalan sedangkan Bubu ikut sampai rumah. Hari kedua yang merupakan hari terakhir ke kontrakkan untuk ambil barang, Ciwi juga belum sempat mengikuti sampai ke rumah. Akhirnya Bubu dan Ciwi berpisah. Bubu ikut dengan ku dan menjadi kucing peliharaan sedangkan Ciwi tetap di tempat asalnya.

Sekarang, dengan punya lima kucing yang sehat-sehat sudah membuat aku bahagia. Memiliki mereka menambah cerita tentang kucing peliharaan yang menyenangkan.

Kalau kamu punya cerita tentang kucing peliharaan yang mengesankan, Let’s share your story!

Leave a Reply