BAGAIMANA MENGATASI PERILAKU DAN BAU PIPIS KECIL KUCING ATAU SPRAYING?

BAGAIMANA MENGATASI PERILAKU DAN BAU PIPIS KECIL KUCING ATAU SPRAYING?

Adanya bau pipis kucing memang sangat mengganggu kenyaman dan lingkungan rumah terkesan menajdi kotor. Akan tetapi, masalah ini mungkin tidak bisa kamu hindari apalagi jika kucing peliharaan sering melakukan spraying atau mengeluarkan urin/pipis kecil.

Perilaku ini bahkan bisa dicontoh oleh kucing lainnya. Maka dari itu, ketika menemukan salah satu kucing seperti ini kamu harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi perilaku kucing spraying. Tidak lupa juga, harus mengetahui bagaimana cara menghilangkan bau pipis kucing tersebut.

Pipis Kecil atau Spraying

Setiap fase umur kucing, pasti ada perkembangan fisik dan perilaku. Dari kucing bayi yang memiliki fisik rentan sakit dan perilaku yang harus dekat dengan sang induk serta saudaranya, sampai ke tahap usia super senior. Tahap dimana kucing spraying dapat terjadi mulai usia 6 bulan.

Usia tersebut memang masih termasuk fase kitten dan juga sudah terjadi kematangan seksual. Hanya saja, kucing spraying dapat terjadi lebih cepat jika dikelilingi oleh lingkungan.

Tujuan Kucing Spraying

Banyak kucing jantan yang melakukannya sehingga kucing kecil mengamati perilaku kucing lainnya dan kemudian mencontohnya. Kucing melakukan spraying dengan tujuan, diantaranya:

  • Menandai suatu wilayahnya
  • Dilakukan kucing saat musim kawin tiba untuk menarik pasangan
  • Menunjukkan emosi kucing (kucing stress)

Biasanya kucing jantan akan melakukan spraying di permukaan vertikal, seperti dinding, gorden, sofa dan pintu. Namun, di permukaan horizontal, seperti baju yang tergelatak di lantai atau bahkan tas kamu. Jadi, jika ada kucing kamu yang seperti ini jangan lupa awasi tas ya!

Buat sebagian orang mungkin tidak tahu beda kucing spraying atau pipis. Paling termudah adalah melihat jumlahnya, ketika spraying kucing hanya mengeluarkan sedikit urin, beda halnya jika mereka pipis.

Kamu bisa juga memperhatikan dari posisi kucing melakukannya. Ketika pipis kucing akan sedikit jongkok sedangkan saat spraying mereka tetap dalam keadaan berdiri.

Meskipun spraying si kucing hanya mengeluarkan sedikit urin, tetap saja akan tertinggal bau pipis kucing yang mengganggu dan mengotori furnitur.

Tapi, sebenarnya apa saja sih faktor yang membuat spraying sehingga menimbulkan bau pipis kucing?

bau pipis kucing

Faktor Penyebab Spraying

Sebenarnya jika melakukan steril kucing jantan maka kemungkinan kucing tidak melakukan spraying sekitar 90%. Akan tetapi, ini berarti masih ada 20% kemungkinan kucing akan melakukan spraying. Ini terjadi juga sama salah satu kucingku.

Jadi, apa kira-kira penyebabnya?

Berikut adalah beberapa faktornya:

  • Kucing meniru perilaku kucing lainnya
  • Terlalu banyak kucing
  • Suka berkelahi
  • Mencium bau pipis kucing di benda
  • Pindah rumah atau terjadi pergantian ruangan/dekorasi
  • Adanya anggota keluarga atau orang baru di lingkungan rumah
  • Mendapatkan perlakuan kasar atau hukuman jahat dari manusia
  • Perubahan rutinitas kucing

Faktor yang telah disebutkan mengindikasikan 1 hal, yaitu kucing merasa gelisah, tidak nyaman dan stress. Perilaku spraying yang ditunjukkan kucing menjadi salah satu yang mengindikasikan hal tersebut. Ciri-ciri kucing stress lainnya bisa kamu ketahui di sini.

Beberapa jenis kucing, seperti kucing Persia, memang memiliki sifat yang sulit beradaptasi sehingga ketika harus pindah ke lingkungan baru atau adanya orang baru dapat membuat mereka tidak nyaman.

Apakah Terjadi Pada Kucing Jantan saja?

Sebenarnya kucing betina juga dapat melakukan pipis kecil atau spraying ini. Namun, frekuensi yang terjadi sangat rendah dibandingkan kucing jantan. Maka dari itu, banyak yang berpikir hal ini hanya terjadi pada kucing jantan.

bau pipis kucing

Cara Mengatasi Kucing Spraying

Tentu jika kamu memiliki banyak kucing jantan dan hampir semua atau bahkan semua kucing melakukan hal ini akan membuat rumah menjadi bau pipis kucing. Adanya bau pipis kucing ini juga akan membuat kamu tidak nyaman.

Ketika melihat atau menangkap basah kucing spraying, ada yang mengatakan untuk memarahinya dengan intonasi yang tinggi. Menurut aku pribadi kurang setuju dengan cara seperti ini. Memarahi kucing tidak akan menyelesaikan masalah.

Kucing tidak dapat memahami dengan baik emosi pemiliknya, berbeda seperti anjing. Melakukan cara ini hanya akan membuat kucing stress yang malah membuat kucing berperilaku tidak baik, seperti spraying. Tidak hanya itu, dampak negatif lainnya adalah ke diri kamu sendiri karena akan membuat mood menjadi tidak baik.

Seperti halnya manusia yang sebal jika harus dibentak, kucingpun demikian. Oleh sebab itu, jika membentak saja sudah tidak setuju, tentu dengan cara kekerasan seperti memukulnya sangat dilarang keras untuk dilakukan.

Sebagai gantinya, kamu bisa melakukan beberapa hal ini:

  • Menggunakan semprotan spray yang bisa dibeli di pet shop agar kucing menghindari atau tidak lagi spraying di area tersebut
  • Berikan Feliway air diffuser agar kucing merasa tenang
  • Berikan perhatian lebih dan buatlah mereka nyaman
  • Lakukan kegiatan rutinitas kucing seperti biasa
  • Luangkan waktu untuk mengajak main kucing setiap harinya
  • Sediakan cukup litter box (jumlah kucing + 1) dan letakkan di beberapa tempat
  • Sediakan tempat tinggi untuk kucing. Adanya tempat ini agar kucing dapat membuat wilayah sendiri dan merasa lebih tenang
  • Pisahkan kucing yang suka spraying dengan yang tidak

Jika memiliki banyak tempat di rumah, pisahkanlah. Cara ini juga berguna untuk kucing yang kurang bisa beradaptasi jadi mereka tidak akan stress saat ada orang lain datang ke rumah. Ketika kucing sedang diisolasi, ada baiknya menghindari adanya furnitur yang memungkinkan kucing untuk spraying.

  • Periksakan ke dokter

Jika semua cara telah dilakukan, tidak ada salahnya untuk memeriksakan kondisi anak bulu ini ke dokter hewan. Masalah kesehatan yang mungkin diderita oleh kucing adalah kandung kemih.

Apabila memiliki kucing yang sudah tua, penyakit ini menandakan masalah serius karena ditakutkan terjadi kerusakan organ.

Melakukan pemeriksaan kesehatan oleh ahlinya dapat mencegah timbulnya penyakit serius yang mungkin dialami oleh kucing. Jika memungkinkan, ada baiknya juga kamu melakukan sterilisasi ke kucing.

Selain mengurangi intensitas kucing melakukan spraying (kucing jantan berkurang 90% sedangkan betina 95%), ada banyak manfaat lainnya dari melakukan sterilisasi kucing.

Cara Mengatasi Bau Pipis Kucing

  1. Bersihkan area

  • Kamu bisa menggunakan cairan pemutih/chlorin, sabun cuci piring, atau wewangian apapun agar bau pipis kucing hilang.
  • Menggunakan produk pembersih yang mengandung feromon sintesis.
  • Jika area yang kamu lap sudah kering, basahi atau semprot area tersebut dengan wewangian yang tidak disukai kucing, misal parfum, minyak urut dan wewangian lain yang memiliki bau sangat kuat.
  • Gunakan campuran air dan cuka dengan perbandingan 50:50 ke botol untuk disemprotkan ke area yang terdapat bau pipis kucing.
  1. Cuci Benda

Jika mengenai baju atau suatu peralatan kecil, misal panci maka segeralah cuci bersih benda tersebut untuk menghilangkan bau pipis kucing. Deterjen dan sabun cuci piring yang biasa digunakan sudah cukup untuk menghilangkan bau pipis kucing.

Penutup

Kucing melakukan spraying ketika urin/pipis yang dihasilkan sedikit. Perilaku ini bisa terjadi pada kucing jantan dan betina, meskipun frekuensi jantan lebih besar melakukan hal ini. Spraying dilakukan kucing salah satunya dengan tujuan untuk menandakan wilayahnya.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kucing spraying. Inti utamanya, ketika kucing merasa gelisah, tidak nyaman dan stress. Dari 1 poin tersebut, sebagai pemilik kamu sudah akan bisa menentukan faktor penyebabnya.

Kucing spraying jangan dianggap sepele oleh pemilik. Selain akan menimbulkan bau pipis kucing yang mengganggu kenyamanan, perilaku ini dapat ditiru kucing lain. Berikan kenyamanan bagi kucing dan jika diperlukan isolasikan kucing tersebut dan buatlah lingkungan senyaman mungkin.

Jangan memarahi kucing karena alasan kamu marah tidak akan pernah dimengerti oleh mereka. Bersihkan segera area yang terkena spraying.

Semoga dengan cara tersebut bisa mengurangi kebiasaan kucing untuk tidak spraying ya. Terlebih lagi, kamu tidak harus mencium bau pipis kucing yang merupakan salah satu polusi udara.

Ada yang punya pengalaman seperti ini juga? Bagaimana cara kamu menghadapi perilaku dan cara menghilangkan bau pipis kucing? Yuk berbagi informasi di kolom komentar.

Leave a Reply